Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto. (Foto : Matra/HumasDPRDJambi).

(Matra, Jambi) – Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto, SHI, MSI meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi menjamin ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok menghadapi Ramadan (Puasa) 1445 Hijriyah. Jika ketersediaan kebutuhan pokok langka dan harga melonjak sepekan ini, operasi pasar di seluruh daerah di Jambi harus segera digelar.

“Kami mengingatkan jajaran Pemprov Jambi dan pemerintah kabupaten dan kota di Jambi benar-benar memantau pergerakan harga kebutuhan pokok sepekan jelang Ramadan ini. Jika persediaan kebutuhan pokok menipis di pasaran dan harga melonjak, segera lakukan operasi pasar. Hal ini penting agar warga tidak resah memasuki Ramadan nanti,”kata Edi Purwanto di gedung DPRD Jambi, Senin (4/3/2023).

Menurut Edi Purwanto, pihaknya juga terus memantau ketersediaan stok dan kondisi harga kebutuhan pokopk di Jambi. Berdasarkan hasil pantauan beberapa hari terakhir, harga beberapa kebutuhan pokok seperti beras, cabai merah keriting, daging dan syur-sayuran masih relatif mahal.

Harga cabai merah keriting di Kota Jambi, Minggu (3/3/2024) masih berada pada angka Rp 70.000/kilogram (kg). Kemudian harga beras kualitas bagus (premium) mencapai Rp 16.000/kg dan harga bawang putih Rp 36.000/kg dan bawang merah Rp 30.000/kg.

Edi Purwanto meminta dinas terkait di Jambi terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok saat ini di pasaran. Kalau bisa harga kebutuhan pokok diupayakan turun menjelang Ramadan ini dan persediaan bahan kebutuhan pokok aman.

“Kami mengingatkan pemerintah daerah di Jambi memastikan persediaan dan pasokan kebutuhan pokok aman. Kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini kemungkinan disebabkan stoknya sedikit. Kemudian distribusinya lambat dan sebagainya. Kami minta penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok benar-benar dipantau,”katanya.

Menurut Edi Purwanto, pemerintah daerah di Jambi juga melakukan penguatan pangan di tiap-tiap kabupaten. Hal ini penting guna menjamin persediaan dan mengendalikan harga kebutuhan pokok. Jika setiap daerah memiliki lumbung pangan, seperti beras, cabai dan sayur-sayuran, tentunya harganya puna bisa stabil.

“Jadi kami dorong agar daerah kabupaten melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait stok dan harga kebutuhan pokok ini. Harus ada kerja sama dan mitigasi (pantauan) kondisi persediaan dan harga kebutuhan pokok ini. Kalua bisa juga lumbung pangan di tiap-tiap daerah terus dikembangkan,”ujarnya. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *