Pendiri Kandank Jurank Doank, Dik Doank (kanan) menyerahkan Piala Anugerah Literasi Indonesia 2023 kepada Gubernur Jambi, H Al Haris di pendopo baru rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (14/12/2023). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Provinsi Jambi termasuk salah satu daerah yang memiliki budaya literasi atau membaca dan menulis yang cukup memadai. Masyarakat Jambi sudah memiliki tradisi membaca dan menulis yang baik, sehingga mereka memiliki pengetahuan yang cukup luas, termasuk pengetahuan di bidang budaya dan pariwisata.

Tingginya budaya literasi di tengah masyarakat Jambi tak terlepas dari dukungan Gubernur Jambi terhadap program-program pengembangan literasi yang dilaksanakan berbagai pihak di Jambi. Atas dukungan tersebut, Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH mendapat Anugerah Literasi Indonesia 2023 dari Sekolah Alam Indonesia (Kandank Jurank Doank).

Piala Anugerah Literasi Indonesia tersebut diserahkan pendiri Kandank Jurank Doank, Dik Doank di pendopo baru rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (14/12/2023). Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Indonesia (Menulis) Pusat, Fakhrul Arrazi dan pegiat Literasi FIM Indonesia, Aswan.

Al Haris pada kesempatan tersebut mengatakan, literasi perlu terus masyarakatkan guna mencerdaskan bangsa, mencetak generasi terdidik dan berkualitas. Untuk itu literasi jangan hanya sekedar diucapkan saja. Literasi harus diiringi dengan tindakan nyata. Literasi harus diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Baik itu di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan berbagai komunitas.

Dikatakan, warga masyarakat sudah sering mengucapkan kata-kata literasi dan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun sejauh mana masyarakat paham kata literasi dan kolaborasi tentu harus diikuti dengan pelaksanaan di dalam kehidupan sehar-hari.

“Masyarakat sudah cukup sering mengucapkan literasi. Kata-kata literasi sudah tidak asing bagi kita semuanya. Namun kata literasi jangan hanya kita ucapkan saja, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan masyarakat,”ujarnya.

Menurut Al Haris, literasi merupakan sebuah kecakapan, kecerdasan dan menggunakan semua sistem yang ada di tubuh manusia. Karena itu Al Haris mendukung peningkatan literasi di tengah generasi muda. Literasi berperan penting membentuk mentalitas dan karakter anak-anak.

“Saya sangat mendukung kegiatan literasi ini. Literasi perlu ditingkatkan di kalangan anak-anak didik kita dan ibu-ibu guru yang sehari-hari membaca karakter anak-anak. Literasi perlu menyiapkan mental dan karakter anak-anak. Melalui literasi, para guru sudah punya bekal mendidik anak-anak menjadi sumber daya manusia berkualitas,”ujarnya.

“Kita berharap literasi ini bisa kita mulai dari kita sendiri, keluarga kita dan masyarakat sekitar kita. Kita ramai-ramai bicara literasi jangan hanya semboyan, tidak hanya bahasa, tetapi juga kita terapkan pada diri kita dan semua yang ada di lingkungan kita. Literasi perlu diterapkan di lingkungan sekolah-sekolah,”katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Wisata Literasi Nasional dan Anugerah Literasi Indonesia 2023, Aty Mulyani pada kesempatan itu mengatakan, literasi penting membuka wacana, wawasan dan cakrawala masyarakat. Literasi mengutakan kemerdekaan berpikir dan mencerdaskan anak bangsa.

“Mendengarkan, membaca, berbicara, menulis dan menerapkan kaidah-kaidah bahasa penting sebagai wujud literasi. Saat ini kita melakukan dua hal terkait literasi, yakni berbicara dan mendengarkan. Melalui pembicaraan dan mendengarkan kita akan termotivasi terus belajar. Jadi literasi menggugah kita terus berjuang membuka wawasan,”katanya. (Matra/AdeSM/DZ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *