Ketua DPRD provinsi Jambi, H Edi Purwanto. (Foto : Matra/HumasDPRDJambi).

(Matra, Jambi) – Sekolah-sekolah yang menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka (offline) di Provinsi Jambi diminta menyediakan ruangan bebas asap guna melindungi para siswa dan guru dari dampak buruk asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemudian pihak sekolah juga perlu menyediakan oksigen mengantisipasi adanya siswa yang sakit akibat infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto, SHI, MSi di Jambi, Minggu (8/10/2023) terkait digelarnya kembali KBM tatap muka di seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Provinsi Jambi mulai Senin (9/10/2023). KBM tatap muka itu digelar kembali di tengah polusi udara yang masih tinggi akibat asap karhutla.

Menurut Edi Purwanto, beberapa wilayah Kota Jambi, khususnya Kota Jambi masih diselimuti asap yang berasal dari karhutla. Asap yang membuat kualitas udara memburuk atau tidak sehat berpotensi memicu peningkatan penyakit ISPA. Karena itu anak-anak dan orang tua yang rentan ISPA harus benar-benar dilindungi.

“Sekolah SMA dan sederajat di Jambi kembali menggelar KBM tatap muka kendati asap masih menyelimuti Jambi. Karena itu perlindungan terhadap siswa dari dampak asap harus ditingkatkan. Kemudian sekolah-sekolah TK, PAUD, SD dan SMP di Jambi kami harapkan tetap melakukan KBM secara online atau dalam jaringan,”katanya.

Dikatakan, jika sekolah di Jambi terpaksa melakukan KBM secara offline atau tatap muka, khususnya pada pelaksanaan ujian, perlindungan terhadap anak-anak dari dampak asap harus benar-benar dilakukan dengan baik. Sekolah harus memiliki ruang bebas asap dan oksigen pun harus disediakan.

“Kami meminta ketika sekolah nanti melakukan KBM secara offline di sekolah, treatment (penanganan) kesehatan kepada anak-anak kita harus di persiapkan. Termasuk menyediakan ruangan bebas asap, oksigen, masker dan sebagainya,”katanya.

Edi Purwanto lebih lanjut mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jambi juga perlu melakukan treatmen kesehatan kepada masyarakat. Di antaranya memberikan pelayann kesehatan khusus kepada warga masyarakat yang terpapar ISPA. Kondisi kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara akibat asap harus betul-betul diperhatikan.

“Kami meminta jajaran dinas kesehatan di Jambi bekerja sama dengan pihak terkait mencegah peningkatan penderita ISPA akibat asap karhutla. Persiapa penanganan meningkatnya kasus ISPA harus benar-benar dilakukan jajaran dinas kesehatan, termasuk di pelayanan kesehatan terdekat kepada masyarakat, yakni Puskesmas,”katanya.

Selain itu, kata Edi Purwanto, Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi perlu segera membagikan masker secara gratis kepada warga masyarakat. Pembagian masker tersebut penting mengurangi peningkatan kasus ISPA.

“Selain penanganan karhutla, pemerintah daerah di Jambi juga perlu memprioritaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam situasi seperti saat ini. Kualitas udara akibat asap karhutla di Jambi terus menurun. Kemudian penderita ISPA juga terus meningkat. Kondisi ini harus mendapatkan perhatian serius,”katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan medialintassumatera.net (Matra) pada alat pengukur kualitas udara di Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (8/10/2023) pagi hingga malam, indeks standar pencemaran udara (ISPU) cukup tinggi. ISPU di Kota Jambi Minggu pagi pukul 07.00 WIB sekitar 138 pm kategori tidak sehat. ISPU tersebut naik menjadi 151 pm Minggu pukul 09.00 WIB kategori tidak sehat).

Kemudian Minggu malam ISPU berada pada angka 158 pm (tidak sehat). Tingginya ISPU yang membuat udara di Kota Jambi tidak sehat sudah berlangsung sekitar dua pekan, sejak akhir September hingga Minggu (8/10/2023). (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *