Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto. (Foto : Matra/HumasDPRDJbi).

(Matra, Jambi) – Kemarau panjang yang ditandai dengan terus menipisnya curah hujan masih terus berlanjut di Provinsi Jambi hingga memasuki pertengahan Agustus ini. Akibat kemarau panjang tersebut bukan hanya meningkanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemarau panjang di Jambi juga menyebabkan kekeringan lahan pertanian dan ancaman krisis air bersih.

Mengantisipasi ancaman kekeringan dan krisis air bersih tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Prwanto, SHI, MSi mengingatkan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Pemerintah Kota (Pemot) Jambi dan pemerintah kabupaten di Provinsi Jambi segera melakukan antisipasi krisis air bersih dan kekeringan lahan pertanian.

“Musim kemarau masih terus berlanjut di Jambi hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah di Jambi terancam kekeringan dan krisis air bersih, termasuk Kota Jambi. Saya mengingatkan seluruh kepala daerah di Jambi mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih ini. Jadi pemerintah daerah jangan hanya fokus penanganan karhutla,”kata Edi Purwanto di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (21/8/2023).

Menurut Edi Purwanto, dampak kemarau panjang terjadap krisis air bersih di Kota Jambi perlu mendapat perhatian khusus. Masalahnya pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi tidak menjangkau seluruh rumah penduduk, khususnya yang berada di daerah dataran tinggi dan pinggiran kota.

Dijelaksan, krisis air bersih di beberapa daerah di Jambi mulai terjadi saat ini. Sebagian warga Jambi sudah ada yang terpaksa mencari air bersih jauh dari permukiman mereka akibat pasokan air bersih PDAM tidak ada, sementara sumur mereka kering.

“Masalah ini harus segera ditangani karena air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jangan nanti sampai terjadi krisis air bersih ekstrim di Jambi akibat terlambatnya penanganan dampak kekeringan ini,”ujarnya.

Edi Purwanto meminta, pihak PDAM Tirta Mayang Kota Jambi dan PDAM di daerah kabupaten segera meningkatkan distribusi air bersih ke permukian warga yang kini mulai krisis air bersih. Tangki-tangki air PDAM harus dikerahkan memasok air bersih hingga ke pinggiran-pinggiran kota yang jauh dari jangkauan pipa air bersih.

“Saat ini sudah harus dilakukan pendistrubusian air bersih ke permukiman warga menggunakan mobil tangki. Hal itu penting agar warga masyarakat tidak sampai membeli air dengan harga mahal dari pihak swasta. Kita minta pemerintah juga antisipasi kekeringan di tengah musim kemarau saat ini,”pungkasnya. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *