Gubernur Jambi, H Al Haris menandatangani prasasti persemian objek wisata “Dewi Rebung” di Desa Rengasbandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (21/8/2023). (Foto : Matra/DiskominfoJbi).

(Matra, Jambi) – Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang sebagian besar wilayahnya berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari memiliki banyak potensi wisata pedesaan. Salah satu di antaranya objek wisata “Dewi Rebung” Wisata Aunge Alam Ranggo di Desa Rengasbandung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).

Keberadaan objek wisata Dewi Rebung tersebut membuat Desa Rengasbandung ditetapkan menjadi salah satu desa wisata di Provinsi Jambi. Peresmian desa wisata Dewi Rebung Wisata Aunge Alam Ranggo, Muarojambi, Provinsi Jambi dilakukan Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH di Desa Rengasbandung, Kecamatan Jaluki, Kabupaten Muarojambi, Provisi Jambi, Senin (21/8/2023).

Peresmian desa wisata tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Muarojambi, Bahcyuni Deliansyah, SH, MH, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi, Budhi Hartono, SSos, MT dan para tokoh masyarakat setempat.

Al Haris pada kesempatan tersebut mengatakan, desa wisata Dewi Rebung merupakan bentuk partisipasi aktif dan gerakan kolektif masyarakat Desa Rengasbandung, Muarojambi mengembangkan potensi desa mereka guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saya berharap Dewi Rebung ini mampu memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan potensi-potensi lokal yang dimiliki Desa Rengas Bandung. Baik potensi wisata, kerajinan dan seni budaya,”katanya.

Tradisi “bekarang” yang siap dihidupkan kembali di objek wisata “Dewi Rebung”, Desa Rengasbandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (21/8/2023). (Foto : Matra/DiskominfoJbi).

Tradisi “Bekarang”

Disebutkan, salah satu kearifan lokal di Desa Rengas Bandung yang bisa diangkat menjadi daya tarik wisata, yakni tradisi bekarang. Tradisi tersebut merupakan tradisi menangkap ikan secara beramai-ramai di sebuah rawa atau sungai. Penangkapan ikan tersebut dilakukan menggunakan tangan kosong ataupun alat tradisional seperti tangkul (jala bertangkai) dan peralatan sederhana lainnya.

“Tangkul ini merupakan cara menangkap ikan ala orang Jambi zaman dahulu. Era 1990-an, ketika saya merantau ke Kota Jambi, saya melihat masih banyak warga masyarakat menangkap ikan di Danau Sipin Kota Jambi menggunakan tangkul. Tetapi belakangan ini tradisi tersebut semakin hilang. Saya setuju tradisi bekarang ini dilestarikan kembali menjadi daya tari iwsat ke Desa Rengasbandung,”katanya.

Al Haris mengatakan, tradisi bekarang berpotensi memancing minat wisatawan berkunjung ke Desa Rengasbandung jika tradisi bekarang dikelola dengan profesional menjadi atraksi wisata.

“Karena itu, peresmian desa wisata, Dewi Rebung ini saya harapkan bisa membangkitkan semangat dan partisipasi masyarakat menggali potensi wisata lokal. Potensi wisata lokal tersebut perlu dikemas dengan kreativitas dan inovasi agar bisa menjadi objek wisata unggulan di daerah ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rengasbandung, Warsono, SH pada kesempatan tersebut mengatakan, Desa Rengasbandung akan mengikuti lomba desa wisata yang akan diadakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI. Pendaftaran lomba desa wisata tersebut terakhir 29 September 2023 mendatang.

“Menghadapi lomba desa wisata tersebut, tentunya kami harus melakukan persiapan semaksimal mungkin. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi,”ujarnya. (Matra/AdeSM).

Objek wisata desa “Dewi Rebung” di Desa Rengasbandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang masih perlu penanganan profesional. Gambar diambil, Senin (21/8/2023). (Foto : Matra/DiskominfoJbi).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *