28 Januari 2023
Umat Buddha di Kota Jambi melakukan sembahyang perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Khongzili dengan khidmat di Vihara Sakyakirti, Pasar, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (22/1/2023). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

(Matra, Jambi) – Warga Tionghoa di Kota Jambi menyambut perayaan Tahun Baru Tionghoa, Imlek 2574 Khongzili, Minggu (22/1/2023) secara meriah. Kemeriahan tersebut tampak dari banyaknya warga Tionghoa yang penganut Khonghucu melaksanakan sembahyang perayaan Imlek di kelenteng-kelenteng dan vihara mulai malam Tahun Baru Imlek, Sabtu (21/1/2023) malam dan puncak Tahun Baru Imlek, Minggu (22/1/2023).

Pantauan medialintassumatera.com (Matra) di Kelenteng Tua Pek Hong, Kampung Manggis, Pasar, Kota Jambi, Minggu (22/1/2023) pagi, ratusan umat Khonghucu melakukan sembahyang ucapan syukur Tahun Baru Imlek secara bergiliran di altar-altar kelenteng tersebut. Umat Khonghucu yang melakukan sembahyang di kelenteng bukan hanya orang dewasa seperti pada masa pandemi Covid -19 tahun 2020, 2021 dan 2022.

Pada sembahyang perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Tua Pek Hong tersebut, anak-anak dan lanjut usia (lansia) juga sudah turut ikut sembahyang menyusul kebebasan melakukan aktivitas keagamaan yang diberikan pemerintah pasca meredanya pandemi Covid-19.

Warga Tionghoa Kota Jambi foto bersama tim seni Barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek 2574 di Kelenteng Tua Pek Hong, Kampung Manggis, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (22/1/2023). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Atraksi Barongsai

Perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Tua Pek Hong semakin meriah menyusul hadirnya atraksi seni Tionghoa, Barongsai memberikan hiburan kepada warga yang hadir di kelenteng. Warga menyambut Barongsai karena seni Tionghoa itu sudah bisa kembali ditampilkan pada perayaan Imlek tahun ini. Pada perayaan Imlek di masa pandem Covid-19, 2020, 2021 dan 2022, atraksi Barongsai tidak diperbolehkan tampil pada perayaan Imlek di kelenteng-kelenteng.

David Andiwijaya (25), warga Tionghoa yang mengikuti sembahyang perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Tua Pek Hong mengatakan, segenap warga Tionghoa, termasuk umat Khonghucu bersyukur sudah bisa mengikuti perayaan Imlek tanpa pembatasan seperti masa pandemi Covid-19. Meredanya Covid-19 saat ini memberikan banyak keleluasaan bagi warga masyarakat, termasuk warga Tionghoa melakukan berbagai kegiatan social, ekonomi, termasuk kegiatan keagamaan.

“Di tengah kebebasan berkegiatan saat ini, kita bisa sembahyang secara bebas dengan membawa anak-anak dan orang tua yang sudah lansia. Kebersamaan beribadah ini penting bagi keluarga untuk mempererat silaturahmi dan memperteguh iman bersama. Kemudian di tengah kebebasan berkegiatan social saat ini, kita juga bisa berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat untuk silaturahmi dengan bebas,”katanya.

David Andiwijaya juga menyambut baik kehadiran kembali seni Barongsai menyajikan hiburan pada perayaan Tahun Baru Imlek di kelenteng. Hal tersebut membuat warga senang dan terhibur. Penampilan Barongsai juga memuaskan rasa kangen warga Tionghoa melihat seni budaya tersebut karena sudah tiga tahun tidak boleh tampil di perayaan Imlek akibat Covid-19.

Sementara warga Tionghoa yang mengikuti sembahyang perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Tua Pek Hong tampak antusias menyaksikan atraksi seni Barongsai. Mereka tidak hanya memberikan angpau (sumbangan) kepada para pemain Barongsai. Mereka juga foro bersama dengan tim seni Barongsai.

Warga Tionghoa dari umat Khonghucu melaksanakan sembahyang ucapan syukur Tahun Baru Imlek 2574 Khongzili secara khidmat dan tertib di Kelenteng Tua Pek Hong, Kampung Manggis, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (22/2023). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Rasa SyukurRasa syukur menyambut kebebasan perayaan Imlek tahun ini juga diungkapkan Acien (59), warga Tionghoa Kota Jambi yang memeluk agama Buddha. Ketika ditemui seusai sembahyang Tahun Baru Imlek di Vihara Sakyakirti, Pasar, Kota Jambi, Minggu (22/1/2023), Acien juga menyatakan rasa syukur atas redanya pandemi Covid-19. Meredanya pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan kesempatan bebas beribadah bersama secara tatap muka di vihara, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga Tionghoa dan warga Kota Jambi memajukan usaha ekonomi keluarga.

“Satu hal yang patut kita syukuri dari meredanya pandemi Covid-19 ini, kita bisa kembali leluasa berusaha. Hal ini saya kira penting agar setiap keluarga, khususnya warga Tionghoa bisa memulihkan usaha ekonomi yang terganggu akibat Covid-19 tiga tahun terakhir,”katanya.

Acien juga mengharapkan pemulihan ekonomi Indonesia dan daerah Jambi agar kesejahteraan masyarakat yang sempat menurun akibat Covid-19 bisa bangkit kembali. Pemulihan ekonomi nasional, daerah dan masyarakat secara umum tentunya menjadi salah satu focus utama yang harus dikejar pasca pandemi Covid-19.

Sementara itu, pantauan medialintassumatera.com (Matra) di Vihara Sakyakirti, Minggu (22/1/2023), jumlah umat Buddha yang mengikuti sembahyang perayaan Imlek tidak seramai di Kelenteng Tua Pek Hong, Kampung Manggis.

Pihak Vihara juga tidak mengadakan acara khusus dan jamuan makan gratis untuk umat pada perayaan Imlek kali ini seperti pada perayaan Waisak. Namun demikian umat Buddha di vihara tersebut tetap melakukan sembahyang perayaan Tahun Baru Imlek dengan khidmat. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *