28 Januari 2023
Wakil Bupati Merangin, H Nilwan Yahya (dua dari kanan) pada sosialisasi Germas 2023 di balai desa Bungo Antoi, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Rabu (18/1/2023). (Foto : Matra/KominfoMerangin).

(Matra, Merangin) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Provinsi Jambi terus menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) guna meningkatkan kesadaran masyarakat daerah tersebut mengenai pemeliharaan kesehatan keluarga. Beberapa upaya yang dilakukan memasyarakatkan Germas tersebut, yakni meningkatkan kegiatan olahraga dan menerapkan pola hidup sehat.

Wakil Bupati Merangin, H Nilwan Yahya pada sosialisasi Germas 2023 di balai desa Bungo Antoi, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Rabu (18/1/2023) mengajak seluruh lapisan masyarakat Tabir Selatan dan masyarakat Merangin umumnya menerapkan pola hidup sehat lewat program Germas. Salah satu pola hidup sehat yang perlu dimasyarakatkan di Merangin, yaitu olahraga rutin.

“Hari ini, Rabu (18/1/2023), kita melakukan gerakan masyarakat hidup sehat melalui senam massal yang dipusatkan di halaman balai desa Bungo Antoi. Senam massal ini diikuti ratusan warga dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, orang tua dan lanjut usia. Mudah-mudahan melalui senam ini badan kita tambah sehat dan bugar, semua penyakit diangkat oleh Allah SWT,’’ujarnya.

Turut hadir pada senam massal tersebut, Ketua DPRD Merangin, Herman Effendi, Camat Tabir Selatan Ny Antin, Kepala Desa Bungo Antoi. Kermanto, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Usai melakukan senam massal, wabup bersama rombongan kemudian memantau kondisi fasilitas kesehatan yang dimiliki Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Bungo Antoi. Pustu tersebut dinilai sudah memiliki fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai. Pada kesempatan itu, Nilwan Yahya berkesempatan memeriksa tekanan darahnya.

Pemeriksaan tekanan darah itu bertujuan untuk memantau sirkulasi darah dalam tubuh, sehingga bisa dikontrol. Sedangkan belasan ibu-ibu hamil di desa itu turut memeriksaan ke Pustu. Para ibu-ibu hamil tersebut memeriksakan kondisi kandungan mereka dengan melakukan ultrasonografi (USG).

‘’Pemeriksaan ini perlu dilakukan secara rutin, karena tinggi rendahnya tekanan darah dapat menjadi acuan dari kondisi yang kita alami. Kita dapat mengukur tekanan darah secara mandiri di rumah atau di rumah sakit,’’ujarnya.

Dikatakan, tekanan darah merupakan salah satu tanda vital pada tubuh selain denyut nadi, laju pernapasan dan suhu tubuh. Ada beragam faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah, mulai dari pola hidup, aktivitas, hingga kondisi psikis.

“Nah, pemeriksaan kesehatan, pola hidup sehat dan olahraga ini menjadi salah satu gerakan masyarakat hidup sehat yang perlu terus digalakkan di Merangin. Hal ini penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat,”katanya.

Prioritas

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, drg Sony Propesma mengatakan, Pemkab Merangin memiliki dua program prioritas peningkatan kesehatan masyarakat. Program tersebut, yakni penurunan angka kematian ibu dan angka kematian neonatal (AKI dan AKN). Untuk menurunkan AKI dan AKN, Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, yakni menjaga dan meningkatkan kalitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi serta penerapan tata kelola klinis yang baik.

Kemudian, lanjutnya, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin juga mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, melahirkan dan nifas serta bayi baru lahir di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten melalui tenaga kesehatan yang ada di setiap jenjang pelayanan kesehatan.

Selain itu, kata Sony Propesma, menyiapkan sumber daya manusia (SDM), ketersediaan sarana dan prasarana di fasilitas pelayanan kesehatan baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Kemudian menyediakan dan mengalokasikan anggaran dalam upaya percepatan penurunan AKI, AKN dan angka kematian bayi yang dersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah maupun sumber pendanaan lain yang sah.

Sony Propesma mengatakan, program prioritas lain bidang kesehatan di Merangin, yakni melakukan upaya penurunan dan pencegahan stunting melalui aksi konvergensi intervensi penurunan stunting. Dari delapan aksi konvergensi tersebut telah dilaksanakan tujuh aksi.

Melalui optimalisasi dan efektivitas pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi, Kabupaten Merangin sudah mampu menurunkan angka stunting dari 19,7 % tahun 2019 menjadi 15,38 % tahun 2021. Sementara persentase stunting di Kabupaten Merangin juga menurun dari 7,01 % (2020) menjadi 3,49 % (2021). Persentase stunting tersebut menurun lagi menjadi 3,11 % (2022). (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *