28 Januari 2023
Para penumpang bus Intra tujuan Kota Jambi – Kota Pematangsiantar, Sumut menikmati perjalanan mudik Natal, Selasa (20/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

(Matra, Jambi) – Pengusaha angkutan bus di Jambi yang sempat mengeluhkan sepinya pemudik Natal 2022 dan Tahun Baru 2022 akhirnya lega menyusul terjadinya lonjakan pemudik dua pekan menjelang perayaan Natal yang jatuh pada Minggu (25/12/2022). Para pengusaha angkutan bus penumpang di Jambi bahkan kewalahan melayani pemudik karena tiket bus habis sedangkan jumlah armada bus terbatas.

Semetara calon pemudik yang hendak membeli tiket masih banyak hingga beberapa hari menjelang Natal. Pemudik Natal dan Tahun Baru dari Kota Jambi tujuan berbagai daerah di Sumut didominasi para mahasiswa yang sedang libur semester.

Kepala Perwakilan bus PT Intra Jambi, M Sihombing (50) kepada medialintassumatera.net (Matra) di loket bus PT Intra, Jalan Pattimura, Simpang Rimbo, Kota Jambi, Senin (19/12/2022) mengatakan, pada pekan pertama DEsember 2022, pihaknya khawatir sepinya pemudik. Masalahnya hingga memasuki sepekan Desember, pemesanan tiket mudik bus Intra tujuan Kota Jambi – Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) sepi.

Namun memasuki pekan kedua Desember 2022, pemesanan tiket tiba-tiba meningkat. Para pemudik yang memesan tiket kebanyakan mahasiswa asal Simalungun, Kota Pematangsiantar, Kota Medan (Sumut) dan beberapa kabupaten di Provinsi Riau.

“Awal Desember lalu kami sempat khawatir pemudik Nataru tahun ini sepi. Masalahnya hingga memasuki enam hari DEsember lalu, pemesanan tiket ke Kota Pematangsiantar sepi. Namun memasuki pekan kedua Desember pemesanan tiket mulai meningkat. Nah, pada hari ini, Senin (19/12/2022) tiket mudik bus Intra tujuan Sumut hingga 24 Desember 2022 sudah habis. Tiket hanya tersedia hanya beberapa buah untuk akhir Desember 2022,”katanya.

Dijelaskan, harga tiket mudik Kota Jambi – Kota Pematangsiantar mulai Selasa (20/12/2022) ditetapkan Rp 420.000/orang untuk bus patas. Harga tiket tersebut naik Rp 50.000/orang dari harga tiket hari-hari biasa hingga Senin (19/12/2022) sebesar Rp 370.000/orang. Kendati harga tiket naik, pembelian tiket mudik bus PT Intra tujuan Kota Pematangsiantar tetap tinggi.

Sementara itu, pantauan medialintassumatera.net (Matra) di loket bus PT Intra dan bus El Divo tujuan Kota Jambi – Kota Pematangsiantar, Senin (19/12/2022) siang, hampir 90 % penumpang kedua bus yang diberangatkan dari loket kedua bus antar kota antar provinsi (AKAP) tersebut mahasiswa Universitas Jambi (Unja) yang sedang memasuki liburan semester.

Kemudian bus Intra dan El Divo kelas patas AC yang berangkat dari loket masing-masing penuh penumpang. Para penumpang yang sebagian mahasiswa sudah memesan tiket sebelumnya. Pemesanan tiket saat keberangkatan tidak dilayani karena tiket habis. Tiket bus Intra dan El Divo untuk keberangkatan hingga 24 Desember 2022 sudah habis dipesan pemudik.

Para mahasiswa asal Jambi yang mudik menumpang bus Intra dan El Divo banyak tujuan Kabupaten Siak, Rokan Hilir, Balam di Provinsi Riau, Kabupaten Labuhan Batu dan Asahan serta Kabupaten Sialungun dan Kota Pematangsiantar. Beberapa mahsiswa asal Kota Medan juga mudik menumpang busIntra tujuan Kota Pematangsiantar karena tiket bus PT Rapi tujuan Kota Jambi – Kota Medan habis. Mereka melanjutkan perjalan ke Kota Medan dari Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, Sian (22), mahasiswa Unja yang mudik ke Kota Pematangsiantar menumpang bus Intra mengatakan, dirinya mudik karena sudah selesai ujian semester ganjil 2022 – 2023. Libur mahasiswa tersebut berlangsung hampir dua bulan mulai 17 Desember 2022 hingga awal Februari 2023.

“Libur semester ganjil ini cukup panjang hingga Februari. Karena itu sebagian besar mahasiswa Unja pulang kampung.Mahasiswa Unja asal Sumut banyak mudik mulai hari ini, Senin (19/12/2022) karena awal libur semester mulai Sabtu (17/12/2022),”katanya.

Para penumpang bus Intra dari Kota Jambi tiba di loket bus Intra, Parluasan, Kota Pematangsiantar, Selasa (20/12/2022). Bus Intra terlambat sampai hampir dua jam akibat sering behenti di jalana menambil penumpang dan banyaknya jalan rusak di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera Riau – Sumut. (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Bangku Tempel

Padatnya pemudik Nataru dari Jambi ke berbagai daerah di Riau dan Sumut membuat awak bus memanfaatkan kesempatan mendapatkan rejeki tambahan. Para awak bus menaikkan pemudik di tengah perjalanan walau tempat duduk sudah habis. Para penumpang yang naik di tengah jalan tersebut duduk di bangku tempel yang disediakan awak bus.

Pantauan medialintassumatera.com (Matra), Senin (19/12/2022), jumlah penumpang bangku tempel bus Intra kelas patas AC tujuan Kota Jambi – Kota Pematangsiantar mencapai belasan orang. Karena itu bus Intra yang hanya berkapasitas 40 orang terpaksa dijejali penumpang hingga 60 orang.

Banyaknya penumpang bus bangku tempel tersebut dikeluhkan penumpang yang membeli tiket di loket bus Intra Kota Jambi. Masalahnya banyaknya penumpang bangku tempel membuat muatan bus melebihi kapasitas dan hal itu mengancam keselamatan perjalanan. Kemudian banyaknya penumpang bangku tempel tersebut juga mengganggu kenyamanan penumpang yang membeli tiket di loket bus dan memperlambat perjalanan akibat bus sering berhenti.

“Ini sudah tradisi Bang. Penumpang bangku tempel banyak naik di tengah perjalanan. Sebenarnya banyaknya penumpang bangku tempel ini tidak hanya mengganggu kenyamana kita, tetapi juga mengancam keselamatan bus yang kelebihan muatan. Saya juga heran, kok bus patas AC masih menaikkan penumpang di tengah jalan seperi bus biasa padahal tempat duduk sudah peuh,”kata seorang penumpang bius Intra.

Sementara menurut awak bus Intra, mereka menaikkan penumpang di engah jaan dengan menyediakan bangku tempel karena sulitnya bus Kota Jambi – Sumut, khususnya tujuan Kabupaten Siak, Rokan HIlir (Riau), Kabupaten Labuhan Batu, Asahan, Simalungun dan Kota Pematangsiantar, Sumut.

“Kadang tidak sampai hati meninggalkan penumpang yang hendak naik di tengah jalan seperti dari Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi atau Rokan Hulu, Riau dengan tujuan Sumut. Jadi kami menaikkan mereka tetapi dengan menyediakan bangku tempel. Kemudian kami juga perlu tambahan pendapatan di luar gaji dari para penumpang bangku tempel,”kata seorang awak bus Intra. (Matra/AdeSM).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *