28 Januari 2023
Staf Ahli Gubernur Jambi, Ir Donie Iskandar (kiri) didampingi Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amirzan, SH (tengah) menyerahkan hadiah Juara I lomba karya jurnalistik tentang Candi Muarojambi kepada Ali Ahmadi (jambione.com) pada penutupan Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Selasa (6/12/2022). (Foto : RifkiHsb/MGK).

(Matra, Jambi) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi siap meningkatkan pelayanan informasi pembangunan kepada seluruh media massa (pers) di Jambi. Upaya itu dilakukan melalui pembentukan forum khusus wartawan liputan Provinsi Jambi dan penyediaan fasilitas media center.

Kemudian Pemprov Jambi juga akan mengupayakan peningkatan kegiatan berbagi informasi dengan jajaran media massa melalui coffee morning (ngopi pagi) bersama Gubernur Jambi. Namun peningkatan pelayanan terhadap pers tersebut tidak boleh membuat para wartawan kehilangan sikap kritis menyikapi pelaksanaan pembangunan di daerah. 

Demikian salah satu pokok pikiran yang mencuat mengenai peningkatan harmonisasi hubungan pers dengan jajaran Pemprov Jambi pada hari kedua (penutupan) Media Gathering (Kebersamaan Media) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Selasa (6/12/2022).

Diskusi tersebut menampilkan pembicara Staf Ahli Gubernur Jambi, Ir Donie Iskandar, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Jambi, Drs Arwani dan anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Provinsi Jambi, Suang Sitanggang.

Diskusi yang diikuti sekitar 50 orang peserta Media Gathering (Kebersamaan Media) Dinas Diskominfo Provinsi Jambi dipandu Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amirzan, SH dan Kepala Seksi Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amrizal, SH.

Pada kesempatan tersebut, Donie Iskandar mewakili Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba karya jurnalistik Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi. Para pemenang lomba karya jurnalistik tentang Candi Muarojambi tersebut, yakni Ali Ahmadi dari Jambione.com (Juara I), M Surtan dari onlinejambi.com (Juara II) dan Radesman Saragih dari medialintassumatera.net (Juara II). Panitia juga memberikan penghargaan berupa pemenang Favorit I kepada Rolan Hasibuan (sinarjambi.com) dan Favorit II, Andri Brilian (Jambi Ekspres).

Menurut Donie Iskandar, Pemprov Jambi melalui Diskominfo Provinsi Jambi akan mengupayakan berbagai kemudahan bagi para wartawan untuk mendapatkan informasi-informasi pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk mempermudah mendapatkan informasi itu, coffee morning jajaran pers Jambi dengan Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH beserta jajaran akan diupayakan secara rutin, minimal sekali enam bulan.

“Kemudian kami juga akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada wartawan dengan menyediakan media center di kantor Gubernur Jambi. Kebutuhan peningkatan pelayanan media ini akan segera kami bicarakan dengan Pak Gubernur Jambi,”katanya.

Staf Ahli Gubernur Jambi, Ir Donie Iskandar (kiri) dan Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amirzan, SH (kanan) pada diskusi harmonisasi pers dengan pemerintah daerah dalam rangka Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Selasa (6/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Tetap Kritis

Menurut Donie Iskandar, insan-insan jurnalis di Jambi perlu meningkatkan pemberitaan-pemberitaan mengenai pembangunan Jambi secara kritis namun tetap konstruktif atau bersifat membangun. Salah satu peran kritis yang perlu wartawan, yakni mengawasi kegiatan prmbangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Kontribusi wartawan cukup besar menggugah masyarakat agar lebih proaktif mendukung pembangunan. Kemudian wartawan juga berperan besar mengawasi agar pemerintah daerah benar-benar melaksanakan pembangunan dengan baik. Hal itu dapat dilakukan melalui penyajian karya-karya jurnalistik yang bersifat membangun namun tetap kritis,”ujarnya.

Dikatakan, sikap kritis wartawan sangat dibutuhkan dalam pembangunan Jambi agar masalah-masalah pembangunan yang belum bisa ditanggulangi pemerintah tidak sampai dibiarkan. Penanganan angkutan batu bara yang selama ini dikeluhkan masyarakat Jambi misalnya harus terus diberitakan secara kritis konstruktif agar kasus angkutan batu bara tidak sampai terlupakan.

“Masyarakat kita sering mudah lupa terhadap suatu persoalan. Padahal aspirasi dan dukungan masyarakat penting terus disebarkan wartawan melalui media masing-masing agar pemerintah tidak sampai lupa mengatasi masalah pembangunan. Persoalan angkutan batu bara di Jambi misalnya perlu terus diberitakan hingga ditemukan solusinya,”ujarnya.

Staf Ahli Gubernur Jambi, Ir Donie Iskandar (tengah), Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amirzan, SH (tiga dari kanan) dan para pemenang lomba karya jurnalistik tentang Candi Muarojambi pada penutupan Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Selasa (6/12/2022). Radesman Saragih/Juara III (kiri), M Surtan/Juara II (dua dari kiri), Ali Ahmadi/Juara I (tiga dari kiri), Roland Hasibuan/Favorit II (dua dari kanan) dan Andri Briliant/Favorit II (dua dari kanan). (Foto : RifkiHsb/MGK).

Sikap Independen 

Sementara itu, Sekretaris PWI Cabang Provinsi Jambi, Drs Arwani pada kesempatan itu mengatakan, para jurnalis yang bermitra dengan pemerintah daerah harus tetap mempertahankan sikap netral atau independen.

“Jangan sampai sikap independen para jurnalis hilang hanya gara-gara adanya kemitraan dengan pemerintah daerah,”katanya.

Dikatakan, dalam melaksanakan kemitraan, pihak media massa dan pemerintah daerah harus mengedepankan hubungan kesetaraan. Para wartawan menjalankan tugas menyiarkan informasi pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Jambi. Berita yang disiarkan hendaknya benar-benar menyangkut kepentingan masyarakat.

Sedangkan Pemprov Jambi melalui Diskominfo Provinsi Jambi hendaknya melaksanakan tugas memberikan informasi pembangunan kepada para wartawan. Jadi pihak media massa dan pemerintah daerah harus melaksanakan fungsi masing-masing meningkatkan pelayanan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Terkait peningkatan kerja sama di bidang materil, lanjut Arwani, Pemprov Jambi diharapkan bersikap adil terhadap setiap media. Hak setiap media dalam kerja sama publikasi kegiatan Pemprov Jambi hendaknya diberikan secara adil, tidak piliha kasih.

“Saat ini terdapat 217 media yang bermitra dengan Pemprov Jambi. Jadi semua harus dilayani secara adil dan merata. Hal ini penting agar tidak sampai muncul kesan Pemprov Jambi pilih kasih terhadap media”katanya.

Arwani mengatakan, Pemprov Jambi juga perlu mengadakan program-program khusus untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas jurnalis di Jambi. Lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi tersebut menjadi salah satu contoh peningkatan kualitas jurnalis yang perlu dilanjutkan di masa mendatang.

Hal senada juga diungkapkan anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Provinsi Jambi, Suang Sitanggang. Menurut Suang Sitanggang yang bekerja di Harian Umum Tribun Jambi, untuk menciptakan harmonisasi hubungan media massa dengan lembaga pemerintah, masing-masing pihak harus menjalankan tugas sesuai aturan masing-masing.

Lembaga pemerintahan, katanya, harus menjalankan tugas, termasuk memberikan pelayanan kepada media massa sesuai dengan regulasi (aturan) yang ada. Kemudian media massa juga melaksanakan tugas penyebaran informasi pembangunan sesuai aturan, yakni Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Suang Sitanggang mengatakan, pemerintah daerah harus memberikan pelayanan informasi pembangunan kepada media sesuai dengan aturan. Sedangkan media massa tetap memberitakan informasi pembangunan yang diperoleh dari pemerintah, kendati informasi tersebut tidak terkait dengan kemitraan pemberitaan.

“Jika suatu kegiatan kepala daerah benar-benar menyangkut kepentingan orang banyak, hal itu harus diberitakan kendati tidak masuk pada pemberitaan program kemitraan,”paparnya.

Menurut Suang Sitanggang, media massa harus tetap mendukung dan memberikan apresiasi terhadap pemerintah yang melaksanakan roda pembangunan sesuai regulasi. Namun pihak media massa tetap mengkritisi pemerintah yang melakukan penyimpangan dalam pembangunan.

“Media massa tidak boleh juga memaksa pemerintah daerah melaksanakan pembangunan untuk memenuhi kehendak pihak media. Dalam penggunaan anggaran misalnya, pihak media massa tidak bisa meminta pemerintah daerah menggunakan anggaran di luar ketentuan demi kebutuhan media,”katanya.

Sementara itu beberapa wartawan peserta Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi pada kesempatan tersebut meminta Diskominfo Provinsi Jambi dan berbagai lembaga pemerintahan di lingkungan Pemprov Jambi meningkatkan perbaikan pelayanan informasi kepada wartawan.

“Jajaran dinas instansi terkait di lingkungan Pemprov Jambi diharapkan semakin terbuka kepada wartawan yang ingin mendapatkan informasi-informasi pembangunan. Kemudian ketersediaan media center di lembaga pemerintahan juga perlu disiapkan,”kata seorang peserta Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi, Zainul.

Kabid Penerangan Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amirzan, SH dan stafnya, Amrizal, SH pada kesempatan itu mengapresiasi antusiasme sekitar 60 peserta mengikuti Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi selam dua hari, Senin – Selasa (5 – 6/12/2022).

Amrizal juga merespon positif masukan-masukan yang diberikan para peserta Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi mengenai peningkatan pelayanan informasi pembangunan di lingkungan Pemprov Jambi. Masukan-masukan tersbeut akan menjadi bahan kajian bagi Diskominfo Provinsi Jambi untuk memperbaiki pelayanan informasi pembangunan.

“Acara ini baru pertama kali digekar. Masukan-masukan para wartawan dalam diskusi pers Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi ini menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki pelayanan terhadap para wartawan,”katanya. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *