28 Januari 2023
Candi Tinggi yang sudah lama selesai dipugar menjadi salah satu magnit wisata di Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muarojambi, Desa Muarojambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Gambar diambil Senin (5/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih)

Pengantar

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi menggelar Media Gathering (Kebersamaan Media) Provinsi Jambi selama dua hari, Senin – Selasa (5 – 6/12/2022). Salah satu rangkaian kegiatan media gathering yang diikuti sekitar 60 orang wartawan tersebut, yakni lomba karya jurnalistik mengenai Candi Muarojambi. Wartawan medialintassumatera.net (Matra), Radesman Saragih turut mengikuti lomba karya jurnalistik Candi Muarojambi tersebut dengan judul “Mengangkat Pamor Candi Muarojambi Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia, Strategi Jitu Jambi MANTAP Bangkitkan Ekonomi Kreatif”. Tulisan tersebut mendapatkan peringkat III. Berikut kami turunkan tulisan tersebut. Tulisan sudah mengalami perbaikan. Selamat membaca.***

(Matra, Jambi) – Memandang bangunan – bangunan candi di kompleks Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarojambi, Desa Muarojambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, sejenak pikiran terbawa menerawang ke masa kejayaan peradaban Buddha di Jambi Abad VI Masehi. Melihat batu-bata – batu bata ukuran zumbo dari zaman kuno yang tersusun rapi menjadi bangunan candi itu, pikiran pun terbayang betapa megah dan agungnya pusat religi (kuil) Buddha di tepian Sungai Batanghari lebih 600 tahun silam.

Itulah kesan pertama ketika melihat lebih dekat Candi Tinggi, Candi Gumpung dan Candi Kedaton, peninggalan agama Buddha di KCBN Candi Muarojambi, Senin (5/12/2022). Bangunan candi yang terbuat dari batu bata zaman kuno tersebut tampak masih kokoh hingga kini. Candi – candi tersebut menyimpan nilai sejarah dan religi yang cukup tinggi.

Indah (24), pengunjung Candi Muarojambi asal Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat yang ditemui di Candi Muarojambi, Senin (5/12/2022) mengatakan, Candi Muarojambi memiliki nilai sejarah dan religi yang sangat unik dan menarik. Nilai sejarah dan religi tersebut menjadi daya tarik bagi Indah sehingga tertarik mengunjungi Candi Muarojambi.

“Sebelum ke sini, saya tadi berkunjung ke Museum Jambi melihat informasi tentang candi ini. Ternyata candi di sini cukup menarik. Bangunan candi-candi yang ada di kompleks Candi Muarojambi ini juga unik. Candi yang ada terbuat dari batu bata kuno, tetapi bisa tersusun rapi dan tampak kokoh tanpa menggunakan perekat semacam semen,”kata Indah yang baru saja mengamati Candi Tinggi di kawasan Candi Muarojambi.

Namun Indah melihat, candi yang ada di kompleks Candi Muarojambi belum semua dipugar. Reruntuhan beberapa candi masih tampak berupa timbunan batu-bata yang hancur. Kemudian candi – candi yang ada di sini belum dibuat papan nama di depannya, sehingga pengunjung tadi tahu nama candi mereka kunjungi.

Indah yang kuliah di Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor mengaku sangat terkesan terhadap nilai sejarah dan religi yang dimiliki Candi Muarojambi. Ternyata Candi Muarojambi sudah berusia sangat tua tetapi masih bisa terawat hingga kini. Candi Muarojambi dikenal sebagai peninggalan pendidikan agama Buddha di Jambi Abad VII Masehi.

Karena itu pemugaran candi-candi yang ada di kompleks Candi Muarojambi perlu dipercepat. Percepatan pembangunan Candi Muarojambi perlu dilakukan agar para wisatawan bisa melihat kekayaan sejarah Buddha di Jambi. Selama ini, warisan sejarah agama Buddha yang dikenal wisatawan hanya Candi Borobudur di Provinsi Jawa Tengah.

“Alangkah bagusnya kalau Jambi juga nantinya memiliki destinasi unggulan Candi Muarojambi agar wisatawan ke Jambi meningkat. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Candi Muarojambi tentu akan membangkitkan usaha ekonomi kreatif di kawasan Candi Muarojambi, termasuk daerah sekitar seperti Kota Jambi,”ujarnya.

Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI (kiri) didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jambi, Ir H Nurachmat Herlambang, MMA di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Senin (5/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Naik Pamor

Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI kepada wartawan pada pembukaan dan pelepasan peserta Media Gathering (Kebersamaan Media) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi ke Candi Muarojambi di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Senin (5/12/2022) pagi mengatakan, saat ini KCBN Candi Muarojambi sedang naik pamor. Nilai sejarah dan religi yang dimiliki Candi Muarojambi membuat peninggalan sejarah agama Buddha tersebut terkenal sampai ke tingkat regional, nasional hingga mancanegara.

Nilai sejarah dan religi tersebut sangat diandalkan menarik minat wisatawan berkunjung ke Candi Muarojambi. Warisan sejarah berupa benda dan tak benda yang ada di KCBN Candi Muarojambi menjadi daya pikat wisata Candi Muarojambi. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dengan dukungan Pemerintah Pusat terus meningkatkan pengembangan dan pelestarian Candi Muarojambi.

Menurut Abdullah Sani, pengembangan wisata sejarah dan religi Candi Muarojambi diupayakan dipercepat sebagai salah satu cara membangkitkan usaha ekonomi kreatif masyarakat di desa- desa kawasan Candi Muarojambi. Selain itu, pengembangan wisata Candi Muarojambi juga bermanfaat bagi pengembangan warisan budaya masyarakat desa sekitar candi tersebut.

“Pembangunan Candi Muarojambi menjadi destinasi unggulan tentunya akan mendongkrak pendapatan warga masyarakat sekitar melalui berkembangnya usaha ekonomi kreatif. Kemudian seni budaya masyarakat juga akan bangkit melalui pembinaan-pembinaan. Seni budaya tersebut penting sebagai salah satu suguhan hiburan bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Muarojambi,”ujarnya.

Abdullah Sani mengatakan, saat ini renovasi Candi Muarojambi sedang dilakukan. Renovasi tersebut berupa perbaikan pondok – pondok wisata di dalam kawasan candi. Kemudian dilakukan juga pembangunan track (ruas jalan) khusus untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda mengelilingi seluruh candi yang ada di dalam kawasan Candi Muarojambi. Selain itu ada juga pembangunan jalan dan jembatan di pintu masuk serta pembangunan taman di dalam kawasan candi.

Menurut Abdullah Sani, Pembangunan Candi Muarojambi menjadi destinasi unggulan memiliki peran penting dalam rangka pemulihan ekonomi kreatif menuju Jambi MANTAP (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional) tahun 2021 – 2024.

Berdasarkan Program Jambi MANTAP, lanjut Abdullah Sani, pembangunan destinasi wisata unggulan mendapatkan prioritas dalam rangka pemulihan ekonomi rakyat dan daerah. Dari 23 butir Program Jambi MANTAP, sedikitnya lima butir menyangkut program pembangunan pariwisata.

Program tersebut, yakni percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci, percepatan pengembangan kawasan geopark (taman bumi) Kabupaten Merangin dan percepatan pengembangan KSPN Candi Muarojambi, Kabupaten Muarojambi. Selain itu ada juga program revitalisasi dan fasilitasi objek wisata unggulan di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi,peningkatan kajian literasi, festival dan lomba budaya daerah.

Abdullah Sani mengatakan, percepatan pengembangan KSPN Candi Muarojambi sendiri menjadi salah satu prioritas pembangunan kawasan destinasi unggulan di Jambi. Candi Muarojambi berpotensi besar menjadi destinasi unggulan karena memiliki sarana wisata berupa candi, fasilitas rekreasi, suasana alam asri dan dekat dengan objek wisata Sungai Batanghari.

Upaya yang selama ini dilakukan Pemprov Jambi dan Pemerintah Pusat membangkitkan pamor Candi Muarojambi menjadi destinasi unggulan berkelas dunia, yakni pemugaran candi di kompleks Candi Muarojambi. Kemudian membangun infrastruktur, khususnya jalan, membangun fasilitas rekreasi, menggencarkan promosi wisata religi dan sejarah Candi Muarojambi hingga ke mancanegara.

Menurut Abdullah Sani, Pemprov Jambi bekerja sama dengan Pemerintah Pusat masih terus melakukan penataan Candi Muarojambi. Saat ini Pemprov Jambi melakukan pemeliharaan sungai di kawasan Candi Muarojambi dengan dana Rp 500 juta. Sedangkan jalan dari Kota Jambi menuju Candi Muarojambi sekitar 30 kilometer (Km) juga baru diaspal tahun ini dan kondisinya saat ini cukup mulus.

Selain itu, Pemprov Jambi dan Pemerintah Pusat juga berupaya membangun kembali pusat pendidikan agama Buddha di kawasan Candi Muarojambi. Anggarannya telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2022.

Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi juga sudah sepakat mengembangkan Candi Muarojambi menjadi pusat pendidikan agama Buddha mulai tahun ini. Pemerintah Pusat tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp 260 miliar untuk pembangunan tahap pertama pusat pendidikan agama Buddha di Candi Muarojambi. Pembangunan itu diawali dengan pemugaran beberapa candi di Candi Muarojambi.

“Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pusat pendidikan agama Buddha di Candi Muarojambi mencapai Rp 1,5 triliun. Karena itu pembangunan pusat pendidikan agama Buddha di Candi Muarojambi dilaksanakan secara bertahap (multi years),”katanya.

Menurut Abdullah Sani, pengembangan Candi Muarojambi menjadi pusat pendidikan agama Buddha tidak hanya untuk mencetak para biksu (pendeta) dan cendekiawan Buddha. Pusat pendidikan agama Buddha di Candi Muarojambi nantinya juga menjadi daya tarik wisata religi di daerah tersebut.

Dikatakan, Pemprov Jambi juga terus berupaya menata Candi Muarojambi agar Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) tersebut bisa meraih predikat world heritage (keajaiban dunia) dari Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dunia (United Nation Educational, Scientific dan Cultural Organization/UNESCO).

Para pengunjung kini sudah bisa mengelilingi kawasan Candi Muarojambi, Desa Muarojambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Gambar diambil Senin (5/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Untuk meningkatkan promosi Candi Muarojambi, kata Abdullah Sani, event (kegiatan) wisata juga secara rutin digelar di Candi Muarojambi melalui Festival Candi Muarojambi berskala nasional. Pada Minggu – Selasa (24 – 26/9/2021), Festival Candi Muarojambi ke-16 digelar di Candi Muarojambi . Festival Candi Muarojambi tersebut masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2021.

Pengembangan Candi Muarojambi menjadi destinasi unggulan juga dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan umat Buddha di Provinsi Jambi. Kerja sama itu antara lain menjadikan Candi Muarojambi sebagai pusat kegiatan umat Buddha di Jambi. Kegiatan umat Buddha yang selama ini dilakukan di Candi Muarojambi, yakni perayaan hari raya Waisak.

Ketua Persatuan Umat Buddha Jambi (PUBJ), Rudy Zhang kepada medialintassumatera.net (Matra) di Jambi, Senin (5/12/2022) mengatakan, perayaan Waisak se-Sumatera pernah dilaksanakan di Candi Muarojambi, Selasa, 29 Mei 2018. Perayaan Waisak di Candi Muarojambi sempat terhenti tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19. Namun tahun ini umat Buddha Jambi kembali menggelar perayaan Waisak 2566 Buddha Earth (BE) di Candi Muarojambi, Minggu, 22 Mei 2022 menyusul meredanya Covid-19.

Dikatakan, pihak PUBJ juga terus berupaya mengembangkan dan mempromosikan Candi Muarojambi ke mancanegara. Upaya tersebut antara lain menjali kerja sama dengan Persatuan Umat Buddha (PUB) di Malaysia, Bangladesh, Nepal dan Thailand. Kerja sama meliputi sharing (berbagi) informasi tentang kemajuan pengembangan Candi Muarojambi dan mencari informasi (literature) mengenai kelengkapan sejarah Candi Muarojambi. Saat ini PUBJ mencari sejarah Candi Muarojambi yang belum terdokumentasi ke Nepal.

Rudi Zhang yang juga masuk dalam kepengurusan Tim Ahli Cagar Budaya Jambi menambahkan, PUBJ juga masih terus memberdayakan warga masyarakat sekitar Candi Muarojambi. Pemberdayaan itu meliputi pengembangan usaha ekonomi kreatif melalui pelatihan-pelatihan usaha. Kemudian PUBJ juga memberikan pembinaan mengenai pengembangan budaya dan pariwisata kepada warga masyarakat desa sekitar Candi Muarojambi.

Menurut Rudy Zhang, komunitas atau kelompok budaya dan pariwisata desa-desa sekitar Candi Muarojambi juga dibawa studi banding ke Candi Borobudur, Provinsi Jawa Tengah. Studi banding tersebut diharapkan memberikan pengalaman bagi warga desa sekitar Candi Muarojambi tentang cara pengelolaan objek wisata menghidupkan usaha ekonomi kreatif.

“Kami juga saat ini mengembangkan kerja sama dengan perusahaan – perusahaan untuk memberdayakan warga masyarakat Desa Danau Lamo di sekitar Candi Muarojambi. Kerja sama tersebut berupa pemanfaatan dana pertanggung-jawaban sosial perusahaan (Corporation Social Responsibility/CSR) untuk mengembangkan usaha ekonomi keratif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut,”paparnya.

Ekonomi Kreatif Bangkit

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ir H Nurachmat Herlambang, MMA melalui Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi, Amirzan, SH di sela-sela Media Gathering Diskominfo Provinsi Jambi di Candi Muarojambi, Senin (5/12/2022) menjelaskan, meningkatnya promosi, kegiatan wisata dan perbaikan sarana dan prasarana di Candi Muarojambi kini telah membangkitkan usaha ekonomi kreatif di kawasan candi tersebut.

Usaha ekonomi kreatif tersebut, yakni penyewaan sepeda, sepeda listrik dan becak untuk mengelilingi kawasan Candi Muarojambi. Saat ini puluhan keluarga mengelola usaha penyewaan sepeda dayung, sepeda listrik dan becak di Candi Muarojambi. Tarif sepeda dayung sebesar Rp 10.000 sekali pakai. Sepeda listrik Rp 50.000 sekali pakai. Sedangkan beca juga disewakan Rp 50.000 sekali pakai.

Usaha kerajinan untuk cendera mata kini mulai bangkit di kawasan Candi Muarojambi. Seorang penjual produk kerajinan di kawasan Candi Muarojambi, Senin (5/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Dikatakan, usaha ekonomi kreatif lain yang berkembang di Candi Muarojambi, yakni usaha kuliner. Di kawasan Candi Muarojambi kini ada semacam kafe sawah (warung umo) yang berada di pinggir hamparan sawah. Kemudian di kawasan terminal Candi Muarojambi juga sudah banyak berdiri warung – warung makanan dan minuman.

Beberapa warung makanan dan minuman tersebut menyuguhkan minuman khas, yakni kopi Muarojambi. Selain itu, kini sudah ada juga beberapa usaha kerajinan cendera mata yang secara rutin menjual hasil karya mereka di Candi Muarojambi. Jumlah usaha ekonomi kreatif yang kini hadir di Candi Muarojambi mencapai 50 unit.

“Jadi pengembangan Candi Muarojambi ini cukup mampu memulihkan dan membangkitkan usaha ekonomi kreatif masyarakat . Tinggal saat ini yang perlu dilakukan, yakni percepatan pengembangan Candi Muarojambi ini menjadi destinasi unggulan,”katanya.

Nurachmat Herlambang mengatakan, selain pembangunan fisik, promosi Candi Muarojambi juga akan terus dilakukan melalui peningkatan kemitraan dengan pers. Media Gathering Diskominfo Jambi yang diikuti sekitar 60 orang wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan media online di Jambi dengan mengunjungi Candi Muarojambi merupakan salah satu upaya Pemprov Jambi meningkatkan promosi Candi Muarojambi.

Salah satu reruntuhan candi di kawasan Candi Muarojambi, Desa Muarojambi, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang perlu segera dipugar kembali. Gambar diambil Senin (6/12/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Pemugaran Berlanjut

Nurachmat Herlambang lebih lanjut mengatakan, pemugaran candi-candi yang ditemukan di Candi Muarojambi masih terus dilakukan hingga saat ini. Pemugaran candi tersebut dilakukan dalam rangka menata Candi Muarojambi menjadi destinasi unggulan berkelas dunia. Hingga kini sudah berhasil dipugar sembilan dari 84 situs (reruntuhan candi) di Candi Muarojambi.

Candi yang sudah dipugar tersebut, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Kedaton, Candi Vando Astano, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, Candi Kotomahligai dan Kolam Talago Rajo. Kompleks Candi Tinggi dan Gumpung kini terus dikembangkan menjadi pusat wisata untuk umum. Literasi atau catatan sejarah mengenai sejarah Candi Muarojambi juga akan terus ditingkatkan sebagai penambah nilai wisata Candi Muarojambi.

Terkait sejarah Candi Muarojambi, Nurachmat Herlambang mengatakan, kawasan Candi Muarojambi pertama kali ditemukan seorang tentara Inggris, SC Crooke tahun 1824. Saat itu SC Crooke sedang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut di masa kemerdekaan Republik Indonesia, diketahui bahwa kawasan Candi Muarojambi memiliki luas sekitar 3.980 hektare (ha).

Luas kawasan Candi Muarojambi diperkirakan 20 kali lebih luas dibandingkan Candi Borobudur dan dua kali lebih besar dari kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja. Pemugaran Candi Muarojambi sendiri pertama kali dilakukan pemerintah di masa kepemimpinan Presiden RI, Ir Soekarno tahun 1975.

Menurut Nurachmat Herlambang Candi Muarojambi memiliki nilai jual kepada wisatawan mancanegara karena ada kaitannya dengan pusat pendidikan agama Buddha di Nalanda, India. Hingga saat ini, pusat pendidikan tinggi agama Buddha di Nalanda, India masih cukup berkembang. Bahkan saat ini terdapat vihara Indonesia di Nalanda, India. Vihara tersebut bantuan Buddha dari Sriwijaya atau Jambi berabad-abad silam.

Buddha Sriwijaya memiliki peninggalan prasasti Buddha di Nalanda, India berkat adanya persatuan umat Buddha di Sriwijaya dengan umat Buddha di India Abad VII – XII. Prasasti itu ada karena umat Buddha Sriwijaya pernah mengirim biksu ke Nalanda, India. Di Nalanda, India ada satu vihara yang utuh pemberian Sriwijaya.

Dikatakan, berdasarkan tulisan Biksu Buddha, I Tsing, dia sempat singgah di Melayu, yaitu Jambi ketika melakukan perjalanan menuju pusat pendidikan tinggi agama Buddha ke Nalanda, India. I Tsing juga disebutkan sempat belajar memperdalam bahasa Sansekerta di pusat pendidikan agama Buddha, kompleks Candi Muarojambi sebelum melanjutkan pendidikan ke Nalanda.

Itulah nilai sejarah dan religi yang membuat Candi Muarojambi bisa menjadi magnit wisata Jambi dan Indonesia. Jika Candi Muarojambi berhasil dikembangkan menjadi destinasi unggulan dan kunjungan wisatawan,  hal itu tentunya bisa membangkitkan usaha ekonomi kreatif masyarakat sekitar Candi Muarojambi. Harapan tersebut tentunya bisa terwujud jika pengembangan Candi Muarojambi dilakukan lebih serius seperti tertuang dalam Program Jambi MANTAP. Semoga.***(Matra/Radesman Saragih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *