28 Januari 2023
Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs Rusdi Hartono, MSi (dua dari kiri) dan Danrem 042/Gapu Jambi Brigjen TNI Brigjen TNI Supriono (dua dari kanan) pada panen cabai merah keriting di Desa Karangdadi, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo tersebut dilakukan, Jumat (4/11/2022). (Foto : Matra/Penrem042/GapuJbi).

(Matra, Jambi) – Melejitnya harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk cabai merah keriting menjadi salah satu penyebab meningkatnya inflasi. Hal tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di daerah seperti di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Untuk membantu penanganan inflasi tersebut, para petani di Tebo, Provinsi Jambi sejak beberapa bulan terakhir menggenjot produksi cabai merah keriting. Salah satu sentra produksi cabai tersebut, yakni di Desa Karangdadi, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Panen raya produksi cabai merah keriting di Desa Karangdadi, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo tersebut dilakukan petani setempat, Jumat (4/11/2022). Hadir pada panen raya tersebut, Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs Rusdi Hartono, MSi, Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Brigjen TNI Brigjen TNI Supriono dan Penjabat (Pj) Bupati Tebo, H Aspan.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs Rusdi Hartono, MSi pada kesempatan tersebut mengatakan, tingginya inflasi di Provinsi Jambi beberapa bulan belakangan ini memberikan motivasi kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi terus memantau komponen utama pemicu inflasi, khususnya cabai. Salah satu pemicu inflasi tersebut, yakni harga komoditi cabai yang tinggi pada saat ini.

Guna mengendalikan harga cabai, lanjut Rusdi Hartono, Forkopimda Provinsi Jambi mendorong peningkatan produksi cabai di setiap kabupaten di Jambi. Salah satu sentra pertanian cabai yang berhasil meningkatkan produksi saat ini, yakni di Desa Karangdadi, Kecamatan Rimbo Ilir,Tebo ini.

“Pertanian cabai ini dikembangkan kelompok tani di desa ini. Hasilnya bisa kita lihat cukup bagus. Produksi cabai merah keriting pada panen raya ini mencapai lima ton per hektare. Kami berharap panen raya cabai merah eriting di Tebo ini bisa menekan harga cabai merah keriting di pasaran dari sebelumnya mencapai Rp 80.000/Kg menjadi Rp 45.000/Kg,”katanya.

Menurut Rusdi Hartono, melalui peningkatan produksi cabai di Tebo tersebut, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sidodadi Desa Karangdadi, Tebo sudah membantu pemerintah mengatasi inflasi. Bahkan para kelompok tani tanpa disadari sudah menjadi pahlawan ekonomi di Provinsi Jambi.

“Kegiatan di bidang pertanian seperti ini memang harus terus ditingkatkan guna menunjang perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat, khususnya di Kecamatan Rimbo Ilir, Tebo,”katanya.

Menurut Rusdi Hartono, kebijakan Forkopimda Provinsi Jambi mendorong kelompok-kelompok tani dan masyarakat meningkatkan luas tanam dan produksi cabai berperan besar meningkatykan peran aktif masyarakat atau petani membantu pemerintah mengatasi inflasi yang terjadi saat ini.

Sementara itu, Danrem 042/Gapu Jambi, Brigjen TNI Supriono pada kesempatan tersebut mengatakan, peningkatan produksi cabai di Tebo didukung TNI Angkatan Darat melalui Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa) jajaran Korem 042/Gapu Jambi. Peningkatan produksi cabai tersebut merupakan salah satu program Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Dudung Abdurracham membangun ketahanan pangan.

“Ada empat program unggulan Kasad TNI, salah satunya ketahanan pangan. Harga komoditi cabai yang tinggi akhir-akhir ini menjadi komponen utama pemicu inflasi di Jambi. Karena itu TNI AD melalui Babinsa jajaran Korem 042/Gapu selalu hadir ditengah-tengah masyarakat guna menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan masyarakat di desa binaannya,”katanya.

Brigjen TNI Supriono, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo karena sudah membantu Korem 042/Gapu Jambi melaksanakan program ketahanan pangan. Melalui dukungan itu, panen raya cabai di Desa Karangdadi, Tebo dapat dilakukan.

“Saya berharap semangat yang ada terus dipelihara dan ditingkatkan dalam memanfaatkan lahan-lahan yang ada, terutama lahan tidur yang ada di sekitar kita. Pemanfaatan lahan tidur untuk peningkatan tanaman pangan penting dapat untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari dan juga bisa menambah penghasil warga yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Dijelaskan, peran aktif kelompok-kelompok tani dan masyarakat yang ada sangat membantu pemerintah dalam mengatasi inflasi yang terjadi saat ini. Salah satu peran tersebut, menaman komoditi pertanian yang menjadi komponen utama pemicu inflasi, khususnya cabai merah.

Danrem 042/Ga;pu Jambi juga mengatakan, Presiden Joko Widodo memuji Provinsi Jambi yang bisa mengatasi inflasi dengan cepat. Hal tersebut memotivasi jajaran Korem 042/Gapu Jambi untuk terus berbuat meningkatkan produksi pangan. Dengan demikian Provinsi Jambi bisa menjadi sentra produksi komoditi pertanian tidak hanya cabai, tapi komuditi lainnya seperti bawang merah, bawang putih, jagung, kedelai dan yang lainnya.

Untuk memberikan motivasi kepada kelompok tani, pada kesempatan tersebut Danrem 042/Gapu dan Kapolda Jambi memberikan bantuan benih cabai, plastik mulsa, pupuk NPK serta paket sembako kepada kelompok tani. (Matra/AdeSM).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *