28 Januari 2023
Sekjen GKPS, Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (dua dari kiri) didampingi Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh (kanan) dan Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Rudyard N Saragih, SSi-Theol (tengah) pada malam ramah tamah dengan seluruh fulltimer dan majelis jemaat GKPS se-Resort Jambi di GKPS Jambi, Selasa (25/10/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

(Matra, Jambi) – Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) saat ini mengembangkan pertanian organik untuk membantu warga masyarakat dan pemerintah daerah Simalungun membangun ketahanan pangan.  Pertanian organik tersebut dikembangkan atas kerja sama Pelayanan Pembangunan (Pelpem) GKPS dengan salah satu gereja di Jakarta yang memiliki ahli pertanian organik.

Saat ini percontohan pertanian organik tersebut sudah dikembangkan di Desa Gajapongki, Kecamatan Purba dan Desa Rakut Besi, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun an hasilnya cukup baik. Pertanian organik di dua desa tersebut kini mulai berhasil dan diupayakan bisa dikembangkan di berbagai sentra-sentra pertanian pangan di Kabupaten Simalungun.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) GKPS, Pdt Dr Paul Ulrich Munthe pada Rapat Koordinasi (Rakor) GKPS Distrik VI di GKPS Jambi, Rabu (26/10/2022). Rakor tersebut dihadiri sekitar 100 orang terdiri dari fulltmier (pendeta, penginjil dan vikaris pendeta), perutusan sinode bolon (sidang raya), pengurus resort dan pimpinan harian majelis dari 14 resort dan 64 jemaat di GKPS Distrik VI. Turut hadir pada rakor tersebut, Praeses (Pimpinan) GKPS Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh.

Pdt Dr Paul Ulrich Munthe yang memaparkan sosialisasi program GKPS 2023 pada kesempatan tersebut lebih lanjut mengatakan, pengembangan pertanian organik yang dilakukan GKPS di Simalungun tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan diakonia atau kepedulian sosial GKPS dalam rangka perayaan Jubileum 120 Tahun Pekabartan Injil di Simalungun tahun 2023.

Pengembangan pertanian organik di Simalungun dijadikan salah satu kegiatan utama perayaan Jubileum 120 Tahun Injil di Simalungun karena GKPS tidak mengadakan perayaan akbar (besar – besaran) Jubileum 120 Tahun Injil di Simalungun seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Tahun 2023 adalah Tahun Jubileum GKPS bertepatan dengan genapnya 120 tahun Pekabaran Injil di Simalungun. GKPS tidak merayakan Jubileum tersebut secara akbar seperti tahun 2015. GKPS mengedepankan peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk memaknai Jubileum 120 Tahun Injil di Simalungun, bukan hanya perayaan. Kalaupun ada perayaan Jubileum 120 tahun Injil di GKPS tahun depan, hanya dilaksanakan di wilayah distrik atau resort dengan jumlah peserta terbatas,”ujarnya.

Dijelaskan, untuk memperkenalkan pertanian organik secara massal kepada masyarakat Simalungun, GKPS akan menggelar ekspo (pameran) pertanian organik memeriahkan Jubileum 120 tahun Injil di Simalungun medio Setember 2023. Pada pameran tersebut, Pelpem GKPS akan menyediakan pupuk organik untuk dibagikan kepada masyarakat. Penyediaan pupuk organik tersebut diupayakan untuk membantu para petani Simalungun yang selama ini menjerit akibat kelangkaan pupuk bersubsidi dan mahalnya harga pupuk di pasaran.

Paul Ulrich Munthe lebih lanjut mengatakan, kegiatan lain kepedulian sosial yang dilaksanakan GKPS menyambut 120 Tahun Pekabaran Injil di Simalungun yang jatuh pada 2 September 2023, yaitu program bedah rumah. Jumlah rumah warga GKPS yang dibedah (diperbaiki) di 11 distrik (wilayah pelayanan) GKPS di Sujuatera Utara, Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan mencapai 120 unit.

“Jika GKPS jadi dimekarkan menjadi 12 distrik tahun depan, berarti satu distrik melakukan bedah rumah 10 unit. Bedah rumah 10 unit satu distrik ini tentunya tidak terlalu berat. Namun bedah rumah tersebut sangat berarti untuk mengangkat taraf hidup atau kesejahteraan warga GKPS kurang mampu,”katanya.

Menurut Paul Ulrich Munthe, aksi kepedulian sosial lain yang dilaksanakan GKPS dalam rangka perayaan Jubileum 120 Tahun Injil di Simalungun tahun mendatang, yakni membantu warga masyarakat Simalungun mengembangkan wisata desa. Program itu dilasakanan membuka peluang usaha ekonom kreatif bagi warga masyarakat Simalungun berkaitan dengan pengembangan kawasan destinasi wisata porioritas nasional (DWPN) Danau Toba, khususnya di wilayah Parapat hingga Haranggaol.

Selain itu, GKPS juga akan mengembangkan Taman Raya Penginjilan di koplek makam isteri (Ny) Pdt August Thais (misionaris asal Jerman di Simalungun) di Kota Pematangraya, Kabupaten Simalungun. Taman raya tersebut akan dijadikan museum Pekabaran Injil di Simalungun. Sejarah Pekabaran Injil di Simalungun sejak 2 September 1903 hingga berdirinya GKPS tahun 1963 akan dibangun di taman raya tersebut.

“Untuk melaksanakan program-program prirotitas tersebut, GKPS juga menjalin kerja sama dengan mitra dari Jerman, pemerintah dan dari berbagai lembaga di Tanah Air. Pada perayaan Jubileum 100 Tahun GKPS tahun 2003, GKPS menjalin kemitraan dengan lembaga dan gereja di Jerman dengan membentuk Yayasan Dana August Thais. Yayasan ini menyediakan beasiswa bagi putra-putri berprestasi di Simalungun, khususnhya wargta GKPS,”katanya.

Para pendeta, penginjil dan vikaris pendeta GKPS Distri VI seusai rapat kerja dengan Pimpinan Sinode GKPS di GKPS Jambi, Selasa (25/10/2022) malam. (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Diakonia Distrik VI

Sekjen GKPS, Paul Ulrich Munthe mengatakan, kendati perayaan Jubileum 120 Tahun Injil di Sialungun tahun 2023 tidak dirayakan secara akbar, namun semangat Pekabaran Injil di Simalungun di 64 jemaat, 14 resort di distrik GKPS harus tetap dikobarkan. Karena itu seluruh jemaat dan resort di wilayah GKPS Distrik VI (Riau, Jambi, Kepualuan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung) juga perlu memaknai perayaan 120 Tahun Pekabaran Injil di Simalungun tahun mendatang dengan gerakan nyata untuk pemberdayaan warga jemaat dan masyarakat.

Dikatakan, aksi nyata atau kepadulian sosial yang dilaksanakan GKPS Distrik VI memaknai perayaan 120 Tahun Injil di Simalungun tahun mendatang tidak harus sama dengan program GKPS Pusat di Simalungun seperti pengembangan pertanian organik dan sebagainya. GKPS Distrik VI bisa mengembangkan kegiatan kepedulian sosial lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi maupun kebutuhan warga jemaat di wilayah pelayanan masing-masing, baik di tingkat jemaat, resort dan distrik.

“GKPS Distrik VI yang meliputi enam provinsi termasuk wilayah pelayanan GKPS yang cukup unik, memiliki ciri khas. Salah satu ciri khas tersebut, yakni banyaknya warga GKPS yang berusaha kebun sawit, pegawai pemerintah, pengusaha dan wiraswasta. Kemudian sumber daya manusia di GKPS Distrik VI (Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Bengkulu) juga rata-rata masuk kategori bagus. Nah, potensi usaha dan sumber daya manusia yang bagus ini lah yang perlu kita himpun memberdayakan jemaat kurang mampu di GKPS Distrik VI ini,”paparnya.

Paul Ulrich Munthe menandaskan, jemaat-jemaat dan resort di GKPS Distrik VI juga perlu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak di wilayah masing-masing untuk meningkatkan pelayanan sosial. Perusahaan – perusahaan besar, baik perkebunan, minyak dan gas (migas) cukup lengkap di wilayah pelayanan GKPS Distrik VI, khususnya Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. GKPS Distrik VI bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan – perusahaan besar tersebut.

“Jalinan kemitraan dengan pihak lain untuk pengembangan kegiatan pelayanan GKPS di tengah krisis ekonomi global saat ini penting. Dukungan pihak mitra terhadap GKPS penting agar GKPS tidak hanya bisa berdoa dan bernyanyi, tetapi juga mampu meningkatkan diakonia (pelayanan sosial) sesuai visi misi GKPS menjadi gereja yang pembawa berkat dan peduli,”katanya.

Sementara itu, Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh pada kesempatan tersebut mengatakan, Rakor GKPS Distrik VI di GKPS Jambi yang berlangsung sejak Selasa – Kamis (25 – 27/10/2022) diikuti para pendeta, penginjil, vikaris pendeta, perutusan synode bolon, perwakilan pengurus resort dan perwakilan pimpinan harian majelis jemaat jemaat. Jumlah peserta yang hadir pada rakor tersebut sebanyak 96 orang.

Dikatakan, agenda Rakor GKPS Distrik VI di GKPS Jambi diawali dengan, rapat kerja Pimpinan Synode GKPS dengan fulltimer GKPS se-Distrik VI, Selasa, 25 Oktober 2022 siang – malam. Kemudian pada Rabu, 26 Oktober 2022 pagi sampai siang diadakan rekreasi fulltimer ke Candi Muarojambi.

Kegiatan dialanjutkan dengan rapat evaluasi tentang Program Pelayanan GKPS Distrik VI dipimpin Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh, Rabu, 26 Oktober 2022 siang – malam dan sosialisasi program GKPS 2023 oleh Sekjen GKPS Pdt Dr Paul Ulrich Munthe. Sedangkan, Kamis, 27 Oktober 2022 pagi – sore diadakan rapat program dan anggaran GKPS Distrik VI. (Matra/AdeSM).

Para pendeta, penginjil, vikaris pendeta dan panitia Rapat Koordinasi GKPS Distrik VI berkunjung Kekawasan Cagar Budaya Nasional , Candi Muarojambi, Desa Muarojambi, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten, Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (26/10/2022) siang. (Foto : Matra/Radesman Saragih).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *