28 Januari 2023
Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Rudyard Saragih, SSi – Theologi ketika meninjau bakal lokasi rekreasi para “fulltimer” peserta Rakordis VI GKPS di Candi Kedaton, Candi Muarojambi, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Selasa (19/10/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

(Matra, Jambi) – Para fulltimer (pendeta, vikaris pendeta dan penginjil) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang akan mengikuti Rapat Koordinasi Distrik (Rakordis) VI GKPS di Kota Jambi, Selasa – Kamis (25 – 27/10/2022) tidak hanya berkutat membahas agenda program pelayanan dan anggaran.

Para fulltimer GKPS yang datang dari wilayah pelayanan Distrik VI GKPS, yakni Provinsi Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bengkulu tersebut juga memanfaatkan waktu luang di sela-sela Rakordis untuk menikmati rekreasi ke beberapa objek wisata di Jambi.

Objek wisata yang ditetapkan menjadi tujuan utama para fulltimer GKPS Distrik VI tersebut, yaitu Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarojambi, Desa Muarojambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, sekitar 30 kilometer (Km) dari Kota Jambi. Candi Muarojambi ditetapkan menjadi tujuan utama rekreasi atau kunjungan wisata para fulltimer GKPS Distrik VI tersebut karena objek wisata di tepian Sungai Batanghari itu memiliki nilai sejarah dan religi.

Pendeta (Pdt) GKPS Resort Jambi, Pdt Rudyard Saragih, SSi-Theologi ketika meninjau Candi Muarojambi bersama Ketua Panitia Pelaksana Rakordis VI GKPS, St R Saragih dan Seksi Rekreasi, St Thomas Iwan Dabungke, SE , Selasa (19/10/2022) pagi mengatakan, para fulltimer GKPS Distrik VI peserta Rakordis memiliki waktu luang berkunjung ke objek wisata para hari kedua Rakordis VI GKPS di Jambi, yakni Rabu (26/10/2022) pagi hingga siang.

“Pada hari pertama Rakordis, Selasa (25/10/2022) sore – malam, para fultimer peserta Rakordis akan mengadakan rapat kerja dengan Pimpinan Synode GKPS yang datang dari kantor pusat GKPS, Kota Pematangsiantar. Rapat dilanjutkan dengan para pengurus resort dan pimpinan harian majelis GKPS se-Distrik VI, Rabu (26/10/2022) sore hingga malam hari. Nah, pada Rabu (26/10/2022) pagi hingga siang, para fulltimer memiliki waktu melakukan rekreasi,”katanya.

Menurut Pdt Rudyard Saragih, pada Rakordis VI GKPS di Dumai, Riau, tahun lalu, rekreasi juga dilakukan para fulltimer mengisi waktu luang menjelang rapat kerja dengan pengurus resort dan PHMJ GKPS se-Distrik VI. Rekreasi itu dilakukan sebagai kesempatan penyegaran pelepas penat mengikuti rapat selama tiga hari dan melepas lelah dari perjalanan jauh.

“Kunjungan para fulltimer ke Candi Muarojambi ini juga dimanfaatkan melepas penat, penyegaran sekaligus melihat langsung dan mendapat informasi mengenai wisata bersejarah di Jambi,”ujarnya.

Sementara itu, St Thomas Iwan Dabungke, semestinya kunjungan fulltimer ke Candi Muarojambi difokuskan ke kawasan pusat percandian, yakni Candi Tinggi dan Candi Gumpung. Namun karena lokasi pusat percandian tersebut saat ini sedang direnovasi, kunjungan dialihkan ke Candi Kedaton di kawasan Candi Muarojambi. Candi Kedaton lebih dekat dibandingkan Candi Tinggi dan Gumpung.

Koordinator Seksi Rekreasi Rakordis VI GKPS, St Thomas Iwan Dabungke, SE (kiri) bebincang dengan juru kunci Candi Kedaton, Candi Muarojambi, Selasa (19/10/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Candi Kedaton merupakan pusat religi atau ritual umat Buddha Jambi. Perayaan Waisak 2566 BE umat Buddha se-Provinsi Jambi dipusatkan di Candi Kedaton, Kompleks Percandian Muarojambi, Minggu (22/5/2022). Namun sarana rekreasi seperti pondok di Candi Kedaton tidak tersedia seperti di Candi Tinggi dan Gumpung.

“Karena itu, kunjungan ke Candi Kedaton kita lakukan pagi hari seusai ibadah di GKPS Jambi. Setelah itu para fulltimer diupayakan menikmati rehat ngopi di warung sawah di pinggir jalan kawasan Candi Muarojambi,”katanya.

Dikatakan, setelah berkunjung ke Candi Muarojambi, para fulltimer GKPS Distrik VI juga akan melakukan kunjungan ke objek wisata jembatan di atas Sungai Batanghari, Gentala Arasy, Taman “Ancol” Tanggo Rajo, Pasar, Kota Jambi. Di Jemabatan Gentala Arasy, para fulltimer GKPS Distrik VI bisa menikmati panorama Sungai Batanghari dan Jambi Kota Seberang sembari foto-foto bersama.

“Seusai kunjungan ken Gentala Arasy, para fulltimer GKPS Distrik VI kembali ke gereja GKPS Jambi untuk makan siang. Selanjutnya para fulltimer kembali ke hotel istirahat menunggu rapat lanjutan Rabu sore – malam,”katanya.

Sementara itu, Rakordis VI GKPS di GKPS Resort Jambi diikuti sekitar sekitar 138 orang orang. Peserta Rakordis terdiri dari pendeta sebanyak 28 orang, penginjil (lima orang), vikaris pendeta (enam orang), pengurus resort (14 orang), pimpinan majelis (64 orang), ketua kategorial (empat orang) dan unsur pimpinan synode, kepala departeman dan praeses masing-masing satu orang. Rakordis menetapkan program kerja dan anggaran biaya GKPS Distrik VI tahun 2023 dan membahas laporan kerja GKPS Distrik VI tahun 2022.

Sementara berdasarkan catatan medialintassumatera.net (Matra) , Candi Muarojambi yang memiliki luas kawasan sekitar sekitar 3.980 hektare (ha) termasuk kawasan candi paling luas di Asia Tenggara. Candi Muarojambi yang berjarak sekitar 30 kilometer (Km) dari Kota Jambi itu merupakan bekas pusat pendidikan terbesar agama Buddha di Asia pada Abad VII.

Candi Muarojambi memiliki 11 candi utama. Pemugaran ke-11 candi tersebut sudah lama dilakukan. Tetapi masih ada sekitar 82 reruntuhan candi lain di Candi Muarojambi yang masih terkubur dan perlu digali kembali. Candi Muarojambi hingga kini masih terus diperjuangkan untuk meraih predikat world heritage (keajaiban dunia) dari Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dunia (United Nation Educational, Scientific dan Cultural Organization/UNESCO). (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *