28 Januari 2023
Karo Ops Polda Jambi, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso (empat dari kiri) didampingi Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto (tiga dari kanan) ketika ziarah ke makam Orang Kayo Hitam di tepian Sungai Batanghari, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, Minggu (16/10/2022). (Foto : Matra/HumasPoldaJambi).

Matra, Jambi) – Keberadaan makam Raja Jambi, Orang Kayo Hitam di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi yang selama ini sering terlupakan mendapat perhatian khusus jajaran Polda Jambi. Polda Jambi memperhatikan makam Orang Kayo Hitam karana makam tersebut menjadi salah satu monumen perjuangan masyarakat Jambi. Selain itu, makam Orang Kayo Hitam juga menjadi salah satu aset pariwisata menarik di tepian Sungai Batanghari, Provinsi Jambi.

Salah satu bentuk perhatian jajaran Polda Jambi terhadap makam Orang Kayo Hotam, yakni melakukan ziarah ke makam Raja Jambi itu, Minggu (16/10/2022). Rombongan Polda Jambi yang melakukan ziarah ke makam Orang Kayo Hitam tersebut, Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Feri Handoko Soenarso, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, Wakil Direktur Polairud Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Helly Helmanto, Kasubdit, Patroli Polda Jambi, AKBP Lukman dan Kapolsek Berbak, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Budi Sitinjak.

Rombongan berangkat dari pelabuhan Sungai Batanghari, Taman Ancol, Kota Jambi menuju Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjungjabung Timur menggunakan kapal milik Dirpolairud Polda Jambi. Perjalanan menyusuri Sungai Batanghari tersebut juga merupakan salah satu perjalanan wisata yang memberikan nuansa tersendiri melihat berbagai pemandangan dan aktivitas masyarakat di Sungai Batanghari.

Menurut Mulia Prianto, ziarah ke makam Orang Kayo Hitam tersebut dimaksudkan mengenang perjuangan Orang Kayo Hitam memperjuangkan kemerdekaan di Jambi. Selain itu, ziarah ke makam Raja Jambi tersebut juga bertujuan melihat langsung kondisi makam bersejarah tersebut.

“Kami melakukan kunjungan atau ziarah ke makam Orang Kayo Hitam di Berbak sebagai perjalanan sejarah, melihat kondisi makam sekaligus mengupayakan pelestarian makam tersebut. Kami memberikan pengarahan kepada warga masyarakat agar tetap memperhatikan pemeliharaan makam Orang Kayo Hitam tersebut,”katanya.

Karo Ops Polda Jambi, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso (kiri) memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada warga desa di sekitar makam Orang Kayo Hitam, Berbak, Tanjabtim, Jambi, MInggu (16/10/2022). (Foto : Matra/HumasPoldaJambi).

Di sela-sela ziarah tersebut, lanjut Mulia Prianto, rombongan Polda Jambi juga memberikan bantuan kebutuhan pokok sebanyak 200 paket kepada warga yang berada di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak.

“Bantuan tersebut kami berikan tidak hanya mengatasi kesulitan warga. Bantuan tersebut juga sebagai bentuk penghargaan kepada warga masyarakat yang selama ini banyak memperhatikan pemeliharaan makam tersebut,”katanya.

Menurut Mulia Prianto, kondisi makam Orang Kayo Hitam di tepian Sungai Batanghari, Kecamatan Berbak , Tanjabtim, Jambi saat ini cukup terpelihara dengan baik. Makam sudah ditata dengan baik. Makam yang kini sudah disemen dikelilingi pagar mencegah orang sembarangan masuk ke lokasi makam.

“Pantauan kami, makam Orang Kayo Hitam semakin tertata dengan baik dan sangat cocok dijadikan salah satu objek wisata sejarah di Jambi. Untuk menjangkau lokasi makam ini juga cukup mudah menggunakan kapal menyusuri Sungai Batanghari,”katanya.

Sementara itu, H Soleh (60), seorang tokoh masyarakat Berbak pada kesempatan tersebut mengatakan, makam Orang Kayo Hitam selama ini semakin banyak dikunjungi wisatawan. Baik itu wisatawan lokal maupun nasional. Makam Orang Kayo Hitam kini menjadi destinasi wisata menarik karena lokasi makam sudah ditata dengan baik.

“Ya, Pak. Pengunjung yang datang berwisata ke makam Orang Kayo Hitam ini semakin banyak, khususnya di saat libur dan hari minggu. Namun untuk berkunjung ke makam ini melalui Sungai Batanghari harus hati-hati. Jangan datang ke sini ketika Sungai Batanghari meluap, berbahaya,”katanya. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *