28 Januari 2023
Gubernur Jambi, H Al Haris (kanan) memberikan cendera mata kepada Direktur Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Surata (kiri) pada seminar Pengelolaan Destinasi Pariwisata Menuju Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan di Swissbell Hotel Jambi, Kota Jambi, Senin (17/10/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Kekayaan objek wisata di Provinsi Jambi belum sepenuhnya dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkak ekonomi daerah. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan segera membentuk badan pengelola wisata untuk mengelola objek-objek wisata secara maksimal.

“Pemprov Jambi akan menyiapkan suatu organisasi atau badan pengelola wisata yang bertujuan untuk mengelola objek wisata di Provinsi Jambi. Pengelolaan objek wisata di Jambi perlu dimaksimalkan guna meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pariwisata,”kata Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH pada seminar Pengelolaan Destinasi Pariwisata Menuju Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan di Swissbell Hotel Jambi, Kota Jambi, Senin (17/10/2022).

Menurut Al Haris, pihaknya melihat objek – objek wisata yang ada di Provinsi Jambi sangat berkelas. Keberadaan objek wisata tersebut didukung dengan kehadiran hotel berbintang. Namun Provinsi Jambi belum bisa mengelola objek wisata dengan baik, sehingga kunjungan wisata di Jambi tidak maksimal dan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah dan masyarakat local pun masih minim.

“Kita punya objek wisata yang cukup menarik seperti Geopark Merangin, situs purbakala Candimuaro Jambi dan lain sebagainya. Tentu objek wisata unggulan ini perlu kita kelola dengan membentuk badan pengelola khusus wisata. Badan pengelola wisata tersebut nantinya akan mengatur, membina dan mempersiapkan semua perangkat yang bertugas sehingga objek wisata bisa dikelola dengan baik serta dapat menambah pendapatan daerah,”ujarnya.

Al Haris mengatakan, selain belum maksimal mengelola objek wisata, Pemprov Jambi juga belum mempromosikan wisata daerah secara gencar dan meluas. Hal tersebut membuat objek wisata Jambi belum banyak di kenal di daerah lain, khususnya di tingkat nasional. Dinas Pariwisata Provinsi Jambi harus membuat promosi berupa video terkait dengan wisata di Jambi.

“Promosi wisata menggunakan video tersebut dipadukan dengan video budaya lainnya yang ada di Jambi. Jadi setiap hotel yang ada di Jambi dapat menayangkan video tersebut,”katanya.

Dikatakan, sektor pariwisata di Provinsi Jambi memiliki potensi yang sangat besar mendongkrak kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah. Di antaranya Geopark Nasional Merangin Jambi dan komplek Cagar Budaya Nasional Percandian Muarojambi, Danau Kerinci dan Sungai Batanghari.

Kemudian masih ada Taman Nasional seperti, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan Taman Nasional Berbak (TNB). Saat ini Pemprov Jambi sedang mengupayakan Geopark Nasional Merangin Jambi dan Candi Muarojambi masuk menjadi situs warisan dunia UNESCO (United, Nation, Edication, Scientifik, Cultural Organization).

“Besar harapan kami, selain untuk mendorong kemajuan pariwisata di Provinsi Jambi, seminar ini menjadi salah satu langkah dan upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia Provinsi Jambi sebagai ujung tombak pariwisata. Kemudian hasil seminar ini juga hendaknya bisa mendorong agar kekayaan pariwisata di Provinsi Jambi ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Provinsi Jambi serta perkembangan industri kecil dan menengah terutama pasca pandemi Covid-19,”harapnya.

Al Haris pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI atas penyelenggaraan seminar tersebut. Penyelenggaraan seminar tersebut dinilai sekaligus sebagai wujud dukungan kepada pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan di Provinsi Jambi mengelola kepariwisataan yang berprinsip pada kualitas, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Seminar dari Direktorat Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Surata pada kesempatan tersebut melaporkan, pelaksanaan seminar itu merupakan hasil komunikasi dan diskusi bagaimana pemahaman bersama tentang pengelolaan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Peserta seminar pariwisata ini berasal dari kalangan dinas pariwisata, pelaku usaha pariwisata, pengusaha/pengelola hotel dan pihak terkait lain yang selama ini berkecimpung dalam dunia pariwisata,”ujarnya.

Surata mengharapkan, seminar pariwisata di Jambi tersebut mampu meningkatkan semangat pembangunan pariwisata sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi daerah dan rakyat pasca pandemik Covid-19. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *