28 Januari 2023
Presiden Jokowi (kanan) menjenguk seorang korban tragedy sepak bola Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang dirawat RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang, Rabu (5/10/2022). (Foto : Matra/BPMI Setpres/Rusman).

(Matra, Jawa Timur) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan santunan kepada seluruh keluarga korban tewas akibat kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Masing-masing keluarga korban tragedi sepak bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan itu mendapatkan Rp 50 juta.

Jumlah keluarga korban tragedi sepak bopla Kanjuruhan yang mendapatkan bantuan sebanyak 129 keluarga. Jadi total santunan yang diberikan Presiden Jokowi kepada seluruh keluarga korban meninggal pada tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam tersebut mencapai Rp Rp 6,45 miliar.

Presiden Jokowi memberikan santuan tersebut langsung kepada para keluarga korban ketika berkunjung ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022) siang. Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi, Ibu Negara, Iriana Jokowi dan rombongan juga mengunjungi para korban luka tragedi sepak bola Kanjuruhan yang masih dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Saiful Anwar, Kota Malang.

Menurut Presiden Jokowi, kunjungannya ke RSUD dr Saiful Anwar, Rabu (5/10/2022) untuk memastikan para korban selamat mendapatkan pelayanan terbaik. Di samping itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perawatan korban selamat dalam tragedi Kanjuruhan seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah.

“Saya sudah menyampaikan kepada para pasien korban bahwa seluruh biaya untuk perawatan ditanggung oleh pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah,”ujarnya.

Presiden Jokowi pada kesempatan tersbeut juga juga bertemu dengan keluarga korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan untuk memberikan sejumlah santunan. Sebanyak 129 keluarga korban mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta dari pemerintah.

“Tadi sudah kita sampaikan sedikit santunan kepada korban yang meninggal. Saya tahu tidak hanya dari Pemerintah Pusat, tapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan santunan. Semoga itu bisa meringankan beban seluruh keluarga korban,”katanya.

Periksa Stadion se-Indonesia

Presiden Jokowi mengharapkan, tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022malam tidak terulang kembali di Tanah Air. Untuk itu, Presiden akan menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memeriksa seluruh infrastruktur seluruh stadion sepak bola di Indonesia.

“Saya juga akan perintahkan Menteri PUPR mengaudit total seluruh stadion yang dipakai untuk liga, baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3, semuanya. Apakah gerbangnya sesuai dengan standar? Cukup lebar?,”tukasnya.

Presiden Jokowi meninjau stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, jawa Timur, Rabu (5/10/2022) untuk melihat langsung dampak kerusuhan sepak bola yang menewaskan 131 orang suporter Arema FC di stadion tersebut, Sabtu (1/10/2022). (Foto : Matra/BPMISetpres/Rusman).

Selain itu, lanjut Kepala Negara, dirinya juga mendorong semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki tata kelola pertandingan sepak bola di Indonesia. Mulai dari manajemen lapangan, pertandingan, hingga pengelolaan stadion. Federasi Sepak Bola Internasional (Federation International Football Association/FIFA) juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu perbaikan tersebut apabila diperlukan.

“Senin malam saya sudah telepon kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Beliau menyampaikan, kalau diperlukan FIFA bisa membantu memperbaiki tata kelola persepakbolaan Indonesia. Beliau menyampaikan kesanggupannya itu,” jelasnya.

Menurut Jokowi, pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Tim tersebut dibentuk untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Kita tahu telah dibentuk TGIPF diketuai Pak Menko Polhukam. Kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang,”ujarnya.

Presiden lebih lanjut mengatakan, TGIPF tersebut nantinya akan mengumpulkan fakta dan segala informasi dari berbagai pihak untuk kemudian disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat. Tim akan berbagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Sanksi dari PSSI ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri, jadi dibagi-bagi. Audit untuk bangunan nanti yang menyampaikan adalah dari Kementerian PUPR. Ttetapi secara keseluruhan nanti tim gabungan independen pencari fakta yang akan menyampaikan,” lanjutnya.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Stadion Kanjuruhan, Kecamatan kepanjen, Kabupaten Malang dan RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang. (Matra/AdeSM/BPMI Setpres).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *