28 Januari 2023
Ketua Forum RT Kota Jambi, H Suparyono, SE (tengah) memimpin rapat pemberantasan aksi geng motor di Kota Jambi baru-baru ini. (Foto : Matra/Ist).

(Matra, Jambi) – Aksi-aksi brutal geng motor di Kota Jambi hingga kini ternyata belum bisa dihentikan kendati aparat kepolisian sudah sering menangkap kelompok geng motor di kota tersebut. Kebrutalan geng motor di Kota Jambi masih kerap terjadi hingga membuat warga masyarakat sudah banyak menjadi korban.

Menyikapi meningkatnya keresahan warga masyarakat Kota Jambi akibat aksi-aksi kebrutalan geng motor tersebut, Forum Rukun Tetangga (FRT) Kota Jambi pun menggalang kekuatan untuk menghentikan merajalelanya aksi geng motor di kota tersebut.

Salah satu upaya FRT Kota Jambi menggalang kekuatan masyarakat menghadang geng motor, yakni menginstruksikan seluruh Ketua RT dan orang tua melakukan jam malam terhadap remaja di kota tersebut. Melalui pemberlakuan jam malam tersebut, para orang tua dan para Ketua RT diharapkan mengawasi ketat para remaja agar tidak keluar malam. Remaja yang tertangkap keluar malam akan diamankan dan diproses secara hukum.

Kota Jambi, Ketua Forum RT Kota Jambi, H Suparyono, SE kepada wartawan di Kota Jambi, Senin (3/10/2022) menjelaskan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan seluruh Ketua RT dan kalangan orang tua di Kota Jambi baru-baru ini mengenai pemberantasan geng motor. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, H Maulana, Kasubdit Bin Polmas Dit Binmas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus susilo, Kasat Binmas Polresta Jambi Komisaris Polisi (Kompol) Mardona, 11 Ketua Forum RT Kecamatan dan 62 Ketua Forum RT Kelurahan se-Kota Jambi.

Pada pertemuan tersebut, kata H Suparyono, disepakati pemberlakuan jam malam untuk kalangan remaja di Kota Jambi. Pemberlakukan jam malam bagi remaja itu diharapkan mencegah dan menekan perekrutan anggota geng motor dari kalangan remaja di Kota Jambi. Selain itu, keamanan dan system keamanan lingkungan (Siskambling) di semua RT di Kota Jambi juga harus diperketat mencegah aksi-aksi geng motor.

“Jika ada remaja yang masih keluar malam, kami meminta Ketua RT segera memanggil orang tua mereka dan melakukan verifikasi tentang apa saja yang dilakukan mereka pada malam tersebut. Selain itu, Satuan Bimas Polda Jambi, Satuan Ops Polresta Jambi juga telah bersepakat bersama para Ketua RT untuk menggelar razia gabungan malam hari,”katanya.

Forum RT Kota Jambi seusai mengadakan pertemuan dengan jajaran kepolisian mengenai pemberantasan geng motor di Kota Jambi, baru-baru ini. (Foto : Matra/Ist).

Dikatakan, razia gabungan tersebut dilakukan untuk membubarkan para remaja yg masih berada di luar wilayah RT-nya. Para remaja yang tertangkap melakukan kegiatan di luar wilayah RT mereka diminta kembali ke rumah masing-masing.

“Kerja sama semua pihak melakukan jam malam bagi remaja dan razia gabungan malam hari kami harapkan bisa menghentikan aksi-aksi geng motor di Kota Jambi,”katanya.

Sementara itu, Kasubdit Bin Polmas Polda Jambi, AKBP Agus Susilo mengatakan, pemberantasan geng motor di Kota Jambi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pihak orang tua dan RT.

“Orang tua dan Ketua RT perlu mengawasi anak-anak remaja di sekitar mereka akan jangan sampai keluar malam dan terlibat aksi geng motor. Jika ada remaja dari luar RT mereka, para Ketua RT dan orang tua diharapkan segera melaporkannya kepada polisi,”katanya.

Sementara itu berdasarkan catatan medialintassumatera.net, aksi-aksi geng motor di Kota Jambi hingga kini belum bisa dihentikan. Padahal belum lama ini, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo sudah pernah memanggil beberapa ketua geng motor di Kota Jambi.

Para ketua geng motor diminta menandatangani kesepakatan tidak lagi melanjutkan aksi mereka. Kemudian puluhan anggota geng motor di Kota Jambi juga sudah pernah diamankan dan melakukan penendatanganan kesepakatan menghentikan kegiatan mereka. Namun hingga kini aksi geng motor di kota tersebut masih terus terjadi dan bahkan semakin brutal.

Para komplotan geng motor di Kota Jambi sering melakukan pembacokan secara membabi buta terhadap warga yang mereka temui di sepanjang jalan yang mereka lewati. Kemudian komplotan geng motor juga sering menyerbu, mengobrak-abrik warung dan toko yang mereka lewati.

Tak perduli itu orangtua, muda, Laki-laki, perempuan, anak kecil sekali pun, semua mereka hantam. Komplotan geng motor sering dengan begitu tega dan sadis melukai korbannya menggunakan pedang, samurai golok dan celurit. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *