29 September 2022
Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI (kiri) memberikan penghargaan kepada para pensiunan pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Jambi pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2022 di kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Senin (19/9/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Jajaran dinas perhubungan se-Provinsi perlu terus meningkatkan kinerja untuk memenuhi harapan masyarakat mendapatkan pelayanan perhubungan/transportasi yang lebih baik dan aman. Untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran transportasi dan perhubungan, jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Jambi maupun kabupaten/kota se-Provinsi Jambi perlu meningkatkan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk pengusaha angkutan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI pada peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2022 dan Peningkatan Rasa Nasionalisme, Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi di lapangan depan kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Senin (19/9/2022).

Abdullah Sani mengatakan, tantangan perhubungan dan transportasi di masa mendatang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya mobilitas warga masyarakat. Selain itu peningkatan kegiatan industri, perdagangan dan investasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan perhubungan dan transportasi.

“Menghadapi tantangan pelayanan perhubunngan dan transportasi yang semakin kompleks tersebut dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar stakeholder pada sektor perhubungan, khususnya para pengusaha moda transportasi,”ujarnya.

Dikatakan, semangat kolaborasi dan sinergi juga hendaknya menjadi momentum bagi insan-insan perhubungan untuk saling bahu-membahu membangkitkan dan meningkatkan kembali kinerja sektor perhubungan sesuai dengan peran masing-masing.

Menurut Abdullah Sani, kebangkitan sektor perhubungan nasional mulai terlihat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi telah berhasil tumbuh sebesar 21,27 % di kuartal kedua 2022. Sektor transportasi juga memberi sumbangan positif pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44 %.

“Pencapaian ini harus kita syukuri. Di tengah tantangan yang begitu banyak, sektor transportasi masih memberi kontribusi yang berarti bagi Indonesia,”tutur Sani.

Abdullah Sani mengungkapkan, saat ini masih banyak pelaksanaan pembangunan yang harus diselesaikan untuk meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. Masih banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan keselamatan transportasi. Jadi jajaran perhubungan perlu lebih agresif lagi menciptakan integrasi antar moda di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi dan sinergi antar seluruh pihak menjadi kunci untuk hadapi tantangan ini agar dapat bangkit maju bersama. Kita tidak akan cepat bangkit jika kita tidak bersama sama. Ibarat pepatah, sebatang lidi akan mudah dipatahkan, tapi segenggam lidi akan sulit diruntuhkan,”ungkapnya.

Kendala Investasi

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia ketika melakukan kunjunagn kerja ke Jambi baru-baru ini mengungkapkan, transportasi menjadi salah satu masalah yang belum bisa diatasi dalam rangka meningkatkan investasi di Provinsi Jambi.

Penanganan kerusakan jalan yang belum maksimal dan ketersediaan moda transportasi yang masih kurang memdai menjadi kendala peningkatan penanaman investasi di 11 kabupaten/kota di daerah tersebut.

“Untuk mengatasi permasalah transportasi tersebut, BKPM akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi,”ujarnya.

Menurut Bahlil Lahadalia, realisasi investasi di Provinsi Jambi sejak tahun 2018 sampai kuartal I tahun 2022 sudah cukup baik. Hal itu tercermin dari nilai realisasi investasi di Jambi yang mencapai Rp 4,7 triliun. Namun investasi tersebut belum maksimal karena masih banyak hambatan peningkataninvestasi, termasuk kurangnya dukungan transportasi dan perhubungan.

“Masalah investasi di Jambi tak terlepas dari arus transportasi yang belum lancar. Hal ini dipengaruhi kondisi jalan yang masih kurang berkualitas. Sementara mobilitas angkutan tambang dan perkebunan sangat tinggi. Karena itu kami akan melakukan koordinasi dengan kementerian PUPR,”katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Drs Ismed Wijaya, MM pada Forum Komunikasi Lalu Lintas Provinsi Jambi 2022 di Jambi baru-baru ini mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan perhubungan melalui pembenahan pelayanan moda transportasi serta peningkatan sarana dan prasarana perhubungan.

“Penanganan berbagai permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan di Jambi dilakukan secara terpadu dengan dinas instansi terkait, khususnya jajaran kepolisian dan Jasa Raharja. Penyelesaian permasalahan angkutan jalan, khususnya angkutan umum di Provinsi Jambi memiliki saling ketergantungan dengan pihak Jasa Raharja dan kepolisian, khususnya mengenai perlindungan keselamatan berlalu lintas,”katanya.

Dikatakan, Forum Komunikasi Lalu Lintas Provinsi Jambi juga memiliki peran penting meningkatkan kerja sama seluruh stakeholders untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi setiap penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan. Baik itu jajaran Pemprov Jambi, BUMD, BUMN, Polri dan penusaha angkutan jalan. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.