4 Oktober 2022
Personil Polres Simalungun, Sumut, mengawasi pembelian BBM di SPBU Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Senin (5/9/2022). (Foto : Matra/FebP).

(Matra, Simalungun) – Jajaran Polres Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) berupa meredam kepanikan warga masyarakat menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Mencegah terjadinya panic buying (pembelian berlebihan) BBM, Polresta Simalungun menerjunkan personil menjaga keamanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dan melakukan patroli mencegah aksi borong dan penimbunan BBM bersubsidi.

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar polisi (AKBP) Ronald Fredy C Sipayung, SH, SIK, MH di Pematangraya, Simalungun, Sumut, Senin (5/9/2022) mengatakan, pihaknya melakukan patroli dan mengamankan seluruh SPBU di Simalungun sejak Sabtu (3/9/2022).

Patroli dan pengamanan seluruh SPBU di Simalungun dilakukan mencegah aksi borong (panic buying) BBM bersubsidi di SPBU. Kemudian pengamanan SPBO juga dilakukan mencegah adanya provokasi pihak tertentu yang bisa menimbulkan keributan di SPBU.

“Kami sudah perintahkan semua Polsek di jajaran Polres Simalungun mengamankan setiap SPBU. Kemudian patroli juga dilakukan secara intensif mencegah aksi borong dan menimbun BBM bersubsidi. Mencegah panic buying, kami juga mengimbau warga masyarakat pengguna kendaraan tidak panik dan melakukan aksi borong BBM bersubsidi,”katanya.

Ronald Sipayung mengatakan, selain kegiatan patroli, personil Polres Simalungun juga diterjunkan melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan akibat antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM. Kemudian petugas SPBU di Simalungun juga diingatkan tidak melayani pembelian BBM dalam jumlah besar, terutama pembelian BBM bersubsidi.

“Patroli dan pengamanan SPBU ini juga bertujuan memastikan ketersediaan stok BBM di semua SPBU di Simalungun tetap aman. Personel kami juga menyampaikan himbauan dengan humanis kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, serta tetap saling menjaga keamanan dan tetertiban masyarakat di Kabupaten Simalungun,”ujarnya.

Tidak Ambil Pusing

Sementara itu sebagian warga masyarakat Simalungun tidak terlalu ambil pusing terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi. Mereka bersikap tidak peduli kenaikan harga BBM bersubsidi karena sudah sering terjadi. Walaupun masyarakat protes, pemerintah tidak pernah membatalkan kenaikan harga BBM.

Memet Aritonang (39), warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon mengatakan, kenaikan harga BBM tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan karena masyarakat sudah seringkali merasakan kenaikan harga BBM.

“Sudah biasa kami menghadapi kenaikan harga BBM Pak. Kami tidak panic. Yang penting persediaan BBM jangan sampai langka. Walaupun harga BBM naik, kalaub persediaan mencukupi, kami tidak panik,”katanya.

Hal senada juga diakui Wilson (50), seorang sopir di Simalungun. Dia mengaku tidak panic buying di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi karena hal tersebut sudah sering terjadi. Yang penting persediaan BBM bersubsidi mencukupi.

“Saya tidak panik menyikapi kenaikan harga BBM ini. Yang penting stok ada, khususnya solar. Kami perlu ketersediaan BBM di SPBU karena kami para sopir sangat bergantung pada solar. Kalau solar kosong, kami juga tidak bisa kerja,”katanya.

Sementara itu, para penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Kota Jambi – Medan, Sumut terkejut kenaikan tarif ongkos menyusul kenaikan harga BBM bersubsidi. Kenaikan tarif ongkos tersebut sebelumnya tidak diberitahukan para pengusaha bus.

Beldi Sinaga (50), warga Kota Medan yang berangkat menumpangi bus PT RAPI dari Kota Jambi menuju Kota Medan, Minggu (4/9/2022) malam terkejut kenaikan tarif ongkos menjadi Rp 480.000/orang. Ketika Dia mempertanyakan kenaikan ongkos tersebut, petugas loket bus menunjukkan surat pemberitahuan kenaikan tarif dari pemerintah.

“Saya kaget adanya kenaikan ongkos secara tiba-tiba tanpa sosialisasi ini. Ketika kami bertangkat dari Kota Medan ke Kota Jambi menaiki bus PT RAPI, Jumat (2/9/2022), ongkos baru sebesar Rp 380.000/orang. Nah, ketika berangkat kembali dari Kota Jambi ke Medan, Minggu (4/9/2022) malam, ongkos naik menjadi Rp 480.000/orang. Kaget saya,”katanya.

Sementara itu, Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022), pukul 14.30 WIB. BBM yang mengalami kenaikan harga, yakni pertalite, solar bersubsidi dan pertamax. Harga pertalite naik dari Rp 7.650/liter menjadi Rp 10.000/liter. Harga solar subsidi naik dari Rp 5.150/liter menjadi Rp 6.800/liter. Sedangkan harga pertamax naik dari Rp 12.500/liter menjadi Rp 14.500/liter. (Matra/FebP/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.