4 Oktober 2022
Perwakilan tim tari sanggar Sihoda (dua dari kiri) menerima penghargaan dari panitia pada penutupan “Internasional 35th Uluslararasi Kultur Sanat Festivali and 8th Golden Furniture Folk Dance Competition” di Kota Inegol, Turkiye, Rabu (20/7/2022). (Foto : Matra/Dok.Sihoda).

(Matra, Pematangsiantar) – Lega dan penuh rasa bahagia. Itulah perasaan seluruh tim atau kontingen tari sanggar seni “Simalungun Home Dancer” (Sihoda) seusai mengikuti festival tari tradisional tingkat internasional, “Internasional 35th Uluslararasi Kultur Sanat Festivali and 8th Golden Furniture Folk Dance Competition” di Kota Inegol, Turkiye, 16-20 Juli 2022.

Rasa lega dan bahagia tersebut terpancar dari wajah – wajah seluruh personil tim tari Sihoda karena perjuangan berat mereka menghadapai festival tari tersebut terbayar lunas melalui penampilan paripurna mereka pada Festival Tari Tradisional Tingkat Internasional Turki 2022 tersebut.

Pada festival tari tradisional internasional yang diikuti 13 negara itu, tim tari Sihoda berhasil mengharumkan nama Indonesia, Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Pematangsiantar melalui prestasi mereka meraih the best performance (penampilan terbaik) dan the best costume (busana tradisional terbaik).

Founder (Ketua) Sanggar Seni Sihoda Kota Pematangsiantar, Laura Tyas Avionita Sinaga di Kota Pematangsaintar, Sumut, Minggu (31/7/2022) mengisahkan betapa rasa lega dan bahagia mereka luar biasa setelah meraih predikat penampilan dan busana terbaik pada festival tari tradisional tingkat internasional tersebut.

Laura Tyas Avionita mengaku sangat lega dan terharu seusai mengikuti festival tari di Eropa tersebut karena perjuangan mereka menghadapi festival itu cukup berat namun mereka bisa tampil hebat. Sebelumnya, sanggar seni Sihoda diundang mengikuti Pertemuan Seni Rakyat Internasional ke – 36 (XXXVI International Folklore Meeting) di Kota Lublin, Polandia, 9 – 14 Juli 2022. Tetapi karena kurang dana, mereka gagal mengikuti festival tersebut.

Selanjutnya mereka diundang mengikuti “Internasional 35th Uluslararasi Kultur Sanat Festivali and 8th Golden Furniture Folk Dance Competition” di Kota Inegol, Turkiye, 16-20 Juli 2022. Persiapan mengikuti festival tari tersebut juga berat karena dana sangat terbatas. Untuk memenuhi dana atau akomodasi keberangkatan ke Turki, mereka terpaksa ngamen di kafe-kafe di Kota Pematangsiantar hingga menari di pinggir jalan.

Laura Tyas Avionita mengaku bangga terhadap seluruh personil tim tari sanggar seni Sihoda yang tampil maksimal mengikuti festival tari tradisional tingkat internasional di Turkiye kendati dana terbatas dan latihan cukup berat. Laura Tyas Avionita juga bangga karena mereka bisa kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas seni tari tingkat dunia.

Dijelaskan, sanggar seni Sihoda sebelumnya sudah pernah mengikuti ajang festival seni tari tradisional tingkat internasional, Festival Folk Dance di Yalofa, Turkiye, Agustus 2021. Saat itu sanggar seni Sohoda meraih Juara II.

Laura Tyas Avionita Sinaga menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan dan bantuan berbbagai pihak sehingga sanggar seni Sihoda bisa tampil maksimal mengharumkan nama Kota Pematangsaintar, Simalungun, Sumut dan Indonesia di tingkat internasional melalui seni tari.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar, pendiri Yayasan Bagak Kota Pematangsiantar, Bane Raja Manalu, tokoh-tokoh dan masyarakat Simalungun dan Kota Pematangsiantar”. Melalui bantuan semua pihak kami bisa mencapai keberhasilan ini,”katanya.

Dikatakan, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada donatur yang telah membantu Sanggar Tari Sihoda bisa mengikuti festival tari tingkat internasional di Turkiye.

“Secara khusus kami juga berterimakasih kepada para penasehat kami, ompung (Opa/Kakek) Sarmedi Purba, paman Sony purba, Hendry Damanik dan keluarga mendiang almarhum Jordiman purba,”katanya.

Tim Tari Sanggar Sihoda ketika mengikuti “Internasional 35th Uluslararasi Kultur Sanat Festivali and 8th Golden Furniture Folk Dance Competition” di Kota Inegol, Turkiye, Sabtu – Rabu (16-20/7/2022). (Foto : Matra/Dok.Sihoda).

Agenda Tahunan

Bercermin pada pengalaman sulit sanggar seni Sihoda mengikuti festival tari tingkat internasional selama ini, khususnya kesulitan akomodasi atau pembiayaan, Laura Tyas Avionita Sinaga mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bisa membuat agenda tahunan mengenai pengiriman tim tari daerah ke festival tari iternasional.

“Keikutsertaan tim tari daerah dari Sumut ke festival tari internasional bisa ditetapkan dalam program tahunan wisata dan budaya Sumut agar anggarannya juga bisa dialokasikan,”katanya.

Laura Tyas Avionita Sinaga menambakna, setelah melihat prestasi sanggar seni Sihoda di festival tari tradisional tingkat internasional di Turkiye, Pemkot Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun juga diharapkan mambuat program tahunan untuk mengirimkan sanggar tari daerah ke festival tari internasional. Hal tersebut penting untuk memperkenalkan Kota Pematangsaintar dan Kabupaten Simalungun ke dunia internasional melalui tari daerah.

“Kami juga berharap festival tradisional seperti di Turki yang kami ikuti tahun ini bisa diselenggarakan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Pada festival tersebut kita mengundang tim tari tradisional negara lain,”katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partuha Maujana Simalungun, Dr Sarmedi Purba, Sp, OG mengapresiasi perjuangaan dan prestasi Sanggar Tari Sihoda pada “Internasional 35th Uluslararasi Kultur Sanat Festivali and 8th Golden Furniture Folk Dance Competition” di Kota Inegol, Turkiye, 16-20 Juli 2022.

“Keberhasilan sanggar seni Sihoda pada festival tari internasional ini membuktikan kualitas sanggar seni tari tersebut yang sudah bertaraf internasional. Karena itu keberadaan sanggar seni Sihoda perlu terus mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah agar seni budaya Indonesia berkembang dan tidak jalan di tempat,”katanya.

Dikatakan, seni tari dan musik merupakan milik dunia. Kalau seni tari dan musik digarap secara profesional dan berkualitas bisa jadi milik dunia, bukan milik Simalungun atau Kota Pematangsiantar saja. Bila digarap dengan baik dan digemari banyak bangsa di dunia seperti musik klasik, barat, opera, rock ‘n roll dan lainnya, tari daerah Indonesia juga bisa mendunia.

“Sekarang sanggar seni Sihoda sudah go international. Kita semua harus menghargainya, mendukungnya dan meberikan bantuan moril dan dana untuk meneruskan perjuangan mereka,”katanya.

Sarmedi Purba mengharapkan Pemprov Sumut, Pemkot Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun mengalokasikan anggaran tetap untuk pengembangan Sanggar Tari Sihoda. Anggaran tetap itu penting untuk kegiatan latihan dan pengiriman tim tari sanggar seni Sihoda mengikuti festival tari internasional.

Siantar – Turki

Laura Tyas Avionita Sinaga menjelaskan, selama mengikuti festival tari di Turkiye, Sanggar Tari Sihoda juga mengikuti beberapa kegiatan promosi budaya dan wisata. Mereka mengikuti parade di Kota Inegol, Turki dengan menampilkan pakaian adat nusantara Indonesia.

Setelah itu kontengan sanggar seni Sihoda mengikuti acara openning ceremony (pembukaan) diadakan di Kota Inegol, Turkiye. Pada saat itu mereka menampilkan tarian pertama kami, yaitu tarian nusantara Indonesia. Sedangkan pada ajang kompetisi tari tersebut, 17 Juli 2022, mereka membawakan tari ginjring party (pesta) dan tari garapan baru Simalungun, Halibutongan (pelangi).

Selanjutnya pada hari kedua festival tari tersebut, 18 Juli 2022, Tim Tari Sanggar Sihoda menampilkan tarian kreasi Simalungun, Haporas ni Silokkung (ikan sungai), tortor (tarian) Toba, yaitu tortor Tandok (tempat beras), Sigale gale (patung) dan Sipitu Cawan (tujuh cawan). Sedangkan pada penampilan street show (pentas di jalan) di Kota Oylat dan di Inegol, Sanggar Sihoda menampilkan tarian medley Sumut.

“Kami juga turut menyaksikan pertunjukan tarian lokal Turki yedi Inegol saat makan malam bersama Wali Kota Inegol dan dan perwakilan negara lain. Saat itu kami memberikan cendera mata kepa Wali Kota Inegol satu perangkat (set) pakaian adat Simalungun, plakat, bubuk teh Sidamanik dan kopi khas Simalungun,”ujarnya.

Dikatakan, pada hari terakhir festival tari di Turki tersebut, 20 Juli 2022, Tim Tari Sanggar Sihoda menampilkan tortor (tarian) Simalungun, Marharoan Bolon (gotong-royong) dan tortor Toba, yakni tortor Tandok, Sigale-gale dan Sipitu Cawan. Setelah itu pihak panitia mengumumkan sanggar seni Sihoda meraih special reward (penghargaan khusus) berupa the best performance dan the best costum.

“Kami kembali dari Turkiye, Kamis, 21 Juli 2022 dan tiba Jakarta, Jumat, 22 Juli 2022. Selanjutnya kami kembali ke Kota Medan, Sabtu, 23 Juli 2022 langsung menuju Kota Pematansiantar hari itu juga,”katanya. (Matra/FebP/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.