29 September 2022
Gubernur Jambi, H Al Haris (dua dari kanan) memberikan cendera mata kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor (dua dari kiri) pada peringatan Hari Air Dunia ke – 30 dan Hari Sungai Nasional ke – 11 Tahun 2022 di GOR Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022) malam. (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Pelestarian Sungai Batanghari membutuhkan komitmen kuat semua pihak agar sungai yang memiliki panjang sekitar 870 kilometer (Km) tersebut tetap dapat mendukung kebutuhan air bersih masyarakat Jambi. Upaya-upaya pelestarian Sungai Batanghari yang perlu dilakukan, yakni menjaga kualitas air, mengatasi sedimentasi (pendangkalan) dan pengaturan tata guna lahan di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Batanghari.

“Sungai Batanghari harus dilestarikan karena sungai tersebut menjadi sumber air baku untuk kebutuhan sehari – hari masyarakat Jambi. Kemudian aliran Sungai Batanghari juga merupakan sarana transportasi menuju outlet atau pelabuhan yang berada di hilir Sungai Batanghari, yakni pantai timur Jambi,”kata Gubernur Jambi Dr H Al Haris, SSos, MH pada peringatan Hari Air Dunia ke – 30 dan Hari Sungai Nasional ke – 11 Tahun 2022 di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022) malam.

Peringatan hari air sedunia dan hari sungai nasional yang digelar Forum Seni Mahasiswa Jambi (FSMJ) tersebut diisi dengan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) ke-19.

Menurut Al Haris, semua pihak terkait (pemangku kepentingan), baik unsur pemerintah, organsiasi lingkungan hidup, swasta dan kalangan perguruan tinggi harus meningkatkan perhatian mengenai pengelolaan sumber daya air di Provinsi Jambi.

Koordinasi dan sinkronisasi berbagai pihak di Jambi dengan provinsi tetangga dalam pengelolaan Sungai Batanghari tidak bisa diabaikan karena hulu Sungai Batanghari berada di provinsi tetangga, yakni Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Koordinasi dan sinkronisasi yang terjalin dengan baik sangat membantu menjaga ketersedian pasokan air di Provinsi Jambi. Hal tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Kita harus bersama-sama mengelola aliran Sungai Batanghari dalam suatu konsep pengelolaan one river one management (satu sungai satu pengelolaan,”katanya.

Al Haris mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan atensi (perhatian) besar terhadap pelestarian lingkungan karena hal tersebut berkorelasi besar atau terkait dengan ketersediaan air tanah dan debit air sungai. Salah satu prioritas pembangunan lingkungan tersebut, yakni peningkatan kualitas dan kelestarian lingkungan hidup serta mitigasi perubahan iklim.

Gerakan Bersih

Dijelaskan, Pemprov Jambi telah melaksanakan berbagai upaya pelestarian lingkunagn sebagai komitmen terhadap kelestarian Sungai Batanghari. Salah satu di antaranya, pencanangan Gerakan Sungai Batanghari Bersih, 9 Maret 2022. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jambi dengan seluruh Bupati/Wali Kota se – Provinsi Jambi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understaning/MoU) untuk menjaga dan memelihara kondisi Sungai Batanghari agar lebih baik dan lebih sehat.

Untuk menjaga ketersediaan air, baik yang berupa air permukaan dan air tanah, Al Haris meminta stakeholders (pemangku kepentingan) turut berperan aktif melakukan aksi menjaga dan melestarikan air. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga tutupan lahan di hulu Sungai Batanghari dari perambahan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudian melakukan pengawasan dan monitoring kondisi air sungai dalam upaya mengambil langkah-langkah strategis.

Al Haris berpendapat, di masa mendatang, tantangan ketersediaan dan mutu (kuantitas dan kualitas) air bersih semakin berat. Hal tersebut dipengaruhi kondisi demografi yang ditandai tingginya peningkatan jumlah penduduk . Hal tersebut tentunya menyebabkan meningkatnya kebutuhan air.

Menyikapi kondisi tersebut, lanjutnya, tata kelola air harus terus ditingkatkan secara bersama-sama dan sinergis, mulai dari hulu sampai hilir. Hal itu dapat dilakukan dengan memperhatikan tersedianya air dengan mempertahankan dan merawat lingkungan dan hutan sebagai penyangga tersedianya air.

“Kemudian menata dan merawat aliran air, memperhatikan konsumsi air, yakni menggunakan air secukupnya dan efisien atau hemat air,”ujarnya.

Al Haris mengapresiasi langkah langkah mahasiswa nusantara yang peduli terhadap air dan sungai sebagai kebutuhan seluruh makhluk hidup. Dia juga mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Forum Seni Mahasiswa Jambi (FSMJ) yang mengemas peringatan Hari Air Dunia ke-30 dan Hari Sungai Nasional ke-11 melalui Temu Teater Mahasiswa Nusantara.

Dikatakan, upaya tersebut setidaknya akan semakin menambah kecintaan masyarakat dan juga kalangan generasi muda terhadap seni yang didalamnya menyuarakan sangat pentingnya air bagi kehidupan.

“Air merupakan komponen yang sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup dimanapun habitatnya, hal ini menunjukkan begitu pentingnya air bagi kehidupan,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ir Afriansyah Noor, MSi pada kesmepatan tersebut mengatakan, Hari Air Dunia atau World Water Day merupakan hari peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya sumber air yang berkelanjutan.

“Kesadaran masyarakat dunia menganai sumber air berkelanjutan penting karena saat ini terjadi krisis air bersih di beberapa negara di dunia,”katanya. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.