29 September 2022
Pembagian daging kurban di Masjid Silaturahmi, Pintu Besi, Paal 6, Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (10/7/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

(Matra, Jambi) – Jatah daging kurban yang diterima warga Kota Jambi pada perayaan hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah (H) berkurang hampir 50 % menyusul terbatasnya pemotongan hewan kurban di masjid-masjid di kota itu. Bahkan ada juga masjid yang tidak melakukan pemotongan hewan kurban karena sulit mendapatkan sapi dan ketiadaan biaya pembelian sapi.

Pantauan medialintassumatera.com di Masjid Nurul Huda, Jalan Kolonel M Kukuh, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (10/7/ 2022), setiap warga hanya mendapatkan jatah daging kurban 0,6 kilogram (Kg). Jatah daging kurban yang diterima warga tersebut berkurang lebih 50 % dibandingkan tahun lalu. Pada perayaan Idul Adha tahun 2021, warga RT 19 dan RT 20, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi mendapatkan jatah daging kurban rata-rata 1,5 Kg.

Ketua Dewan Masjid Nurul Huda, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, Sucipto (65) mengatakan, berkurangnya jatah daging kurban untuk warga di masjid tersebut akibat terbatasnya jumlah hewan kurban yang dipotong. Jumlah sapi yang dipotong di masjid tersebut pada Idul Adha kali ini hanya empat ekor dan kambing tiga ekor.

Jumlah hewan kurban di masjid tersebut berkurang dibanding Idul Adha 2021. Pada Idul Adha tahun lalu, hewan kurban yang dipotong di Masjid Nurul Huda, Paal V, Kota Jambi terdiri dari sapi lima ekor dan kambing lima ekor.

Disebutkan, berkurangnya hewan kurban tersebut membuat jatah daging kurban untuk setiap keluarga juga berkurang. Pada Idul Adha tahun lalu, setiap keluarga mendapat jartah daging kurban antara 1,5 Kg hingga 2 Kg. Jumlah keluarga penerima daging kurban di Masjid Nurul Huda tahun lalu sebanyak 281 KK.

“Sedangkan pada Idul Adha tahun ini, jatah daging kurban untuk setiap keluarga di masjid ini hanya 0,6 Kg. Penerima daging kurban sekitar 263 KK. Jatah daging kurban ini berkurang karena pengadaan hewan kurban snagat sulit akibat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak,”ujarnya.

Penimbangan daging kurban di Masjid Nurul Huda, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (10/7/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).

Hal senada juga diakui Koordinator Pemotongan Hewan Kurban Masjid Silaturahmi, Pintu Besi, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, Busono (50). Menurut Busono, jumlah hewan kurban yang dipotong di masjid tersebut pada Idul Adha 1443 H, Minggu (10/7/2022) hanya empat ekor sapi dan lima ekor kambing.

Sementara jumlah warga yang terdaftar sebagai penerima daging kurban di masjid tersebut sebanyak 240 KK. Setiap keluarga mendapat jatah daging kurban 1,2 Kg. Jumlah hewan kurban yang dipotong dan jatah daging kurban untuk warga di masjid tersebut berkurang dibandingkan tahun lalu.

Pada Idul Adha tahun lalu, kami memorong hewan kurban sebanyak enam ekor sapi dan lima ekor kambing. Keluarga penerima daging kurban di masjid tersebut pada Idul Adha tahun lalu sebanyak 360 KK. Setiap keluarga mendapatkan jatah daging kurban rata-rata 2 Kg.

“Jadi jatah daging kurban untuk warga dan jumlah hewan kurban yang dipotong di di masjid ini tahun ini berkurang. Hal tersebut disebabkan sulitnya mendatangkan sapi dari Jawa. Tahun ini sapi asal Jawa tidak bisa masuk ke Jambi akibat penyebaran PMK. Sedangkan sapi asli Jambi terbatas dan ukurannya relatife kecil,”katanya.

Menurut Busono, pengadaan hewan kurban di Masjid Silaturahmi, Pintu Besi, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi murni swadaya warga masjid, tidak ada hewan kuban bantuan donator. Karena pengadaan hewan kurban dilakukan secara swadaya, jumlah hewan kurban yang bisa dibeli juga hanya empat ekor derngan ukuran kecil.

Secara terpisah, Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Cheng Ho, Kenali Asam, Kota Jambi, H Rusli mengatakan, pihaknya tidak melakukan pemotongan hewan kurban akibat tidak ada biaya maupun bantuan sapi kurban. Karena itu warga sekitar masjid tersebut tidak mendapatkan jatah hewan kurban.

“Kami tidak melakukan pemotongan kurban pada Idul Adha tahun ini. Sebelumnya kami sudah merencanakan semacam arisan pengadaan hewan kurban, namun belum terlaksana. Sedangkan bantuan hewan kurban dari donator tidak ada. Pada Idul Adha tahun lalu kami melakukan pemotongan hewan kurban sumbangan donator dan swadaya warga,”katanya.

Sementara itu, pembagian daging kurban di Masjid Silaturahmi dan Nurul Huda Kota Jambi dilakukan berdasarkan daftar warga yang sudah tercatat pada panitia. Kemudian warga yang mendapatkan daging kurban wajib membawa kupon yang sudah dibagikan sebelumnya.

Namun di lingkungan Masjid An-Nawawi, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, warga yang mendapatkan daging kurban bukan hanya warga Muslim, tetapi juga warga non-Muslim. Pembagian daging kurban kepada warga non-Muslim langsung diantar pihak panitia ke rumah warga. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.