4 Oktober 2022
Gubernur Jambi, H Al Haris (dua dari kanan) didampingi Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo (kanan) meninjau pameran senjata Polri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-76 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Pondok Meja, Muarojambi, Provinsi Jambi, Selasa (5/7/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH mengharapkan perayaan Hari Bhayangkara ke-76 menjadi momentum bagi jajaran Polri, khususnya di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan meningkatkan pelayanan publik.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-76, jajaran Polri di Jambi hendaknya bisa melakukan refleksi dan evaluasi mengenai pelaksanaan kinerja dalam rangka memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kinerja, termasuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

“Polda Jambi dan jajaran harus terus meningkatkan profesionalitas Polda Jambi dan kepolisian di kabupaten/kota se – Provinsi Jambi. Tugas tersebut penting sebagai perwujudan komponen bangsa yang memiliki peran besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,”kata Al Haris pada syukuran peringatan Hari Bhayangkara ke-76 tingkat Provinsi Jambi di Gedung Olah Raga (GOR) Bhayangkara Siginjai Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Selasa (5/7/2022).

Menurut Al Haris, kerja sama jajaran Polda Jambi dengan Pemprov Jambi, Forkopimda Provinsi Jambi dan stakeholders (pemangku kepentingan) yang sudah terjalin baik selama ini perlu terus dilanjutkan. Hal itu penting karena melalui kerja sama tersebut, jajaran Polda Jambi bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi dalam pembangunan Jambi.

Dikatakan, Polda Jambi beserta seluruh jajaran telah berkontribusi besar mengatasi pandemi Covid-19 di Jambi. Hal tersebut tercermin dari kegiatan jajaran Polda Jambi mengawasi protokol kesehatan, melakukan vaksinasi, menyediakan rumah isolasi mandiri dan mengatasi kelangkaan oksigen.

Selain itu, tambahnya, Polda Jambi selama ini juga membantu Pemprov Jambi memulihkan ekonomi rakyat dan daerah, pengawasan angkutan batu bara, pengaturan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1443 H (2022), pengawasan dan penindakan terhadap peredaran dan penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang, penanganan penambangan emas tanpa izin (PETI) dan pengeboran minyak illegal.

“Kami mengapresiasi sinergi atau jalinan kerja sama dengan Polda Jambi selama ini, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pengamanan Jambi,”katanya.

Sementara itu, Kapolda Jambi Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, SIK, MIK pada kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf ke ada masyarakat dan instansi pemerintahan jika ada kinerja Polda Jambi yang selama ini belum maksimal.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jambi yang sudah banyak membantu, menghibahkan tanahnya serta pembangunan fasilitas SPN, dan fasilitas lainnya Polda Jambi,”katanya.

Sebelum syukuran tersebut, Al Haris, A Rachmad Wibowo beserta seluruh undangan mengikuti peringatan Hari Bhayangkara ke-76 secara virtual di lapangan SPN Polda Jambi, Pondok Meja, Muarojambi. Puncak perayaan Hari Bhayangkara ke-76 yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipusatkan di kampus Akademi Kepolisian, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Presiden Joko Widodo (dua dari kanan) menyediakan sepeda untuk diberikan kepada warga masyarakat pada puncak perayaan Hari Bhayangkara ke-76 di kampus Akademi Kepolisian, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (Foto : Matra/HumasPolri).

Transformasi Polri

Secara terpisah, Presiden Jokowi ketika memimpin puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-76 di kampus Akademi Kepolisian, Kota Semarang, Jawa Tengah mengatakan, di masa kini dan mendatang masih banyak tantangan pembangunan, terutama penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang harus dihadapi Indonesia termasuk Polri.

Tantangan tersebut, kata Jokowi, pandemi Covid-19 yang masih memerlukan penanganan serius. Kemudian tantangan terkait situasi ketidakpastian global mulai dari krisis energi hingga keuangan, serta ancaman kejahatan berbasis teknologi terbaru.

“Oleh sebab itu, Polri harus memastikan kamtibmas kita agar lebih kokoh dalam menghadapi tantangan-tantangan ini. Polri harus lebih maju dibandingkan pelaku kejahatan, Polri harus terus berinovasi dan meningkatkan penguasaan teknologi,”imbuhnya.

Selain itu, lanjut Jokowi, jajaran Polri perlu terus berinovasi, adaptif, responsif dan mampu bertransformasi menjadi institusi modern. Kemudian Polri harus bekerja secara sinergis baik dengan kementerian, lembaga negara maupun TNI.

Jokowi juga mengingatkan agar rasa keadilan dan kemanfaatan hukum harus dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia. Polri harus mengedepankan upaya pencegahan dalam menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) serta melakukan berbagai tindakan polisi dengan humanis, namun tegas ketika diperlukan.

“Jadikan penegakan hukum sebagai upaya terakhir, harus taat prosedur, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia,”ujarnya.

Dijelaskan, saat ini ada sejumlah agenda nasional yang memerlukan dukungan Polri seperti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk membangun IKN yang menjadi motor kemajuan Indonesia ke depan tersebut, Polri diharapkan dapat mengawal proyek tersebut agar berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

Selain itu, lanjut Kepala Negara, Polri juga memiliki tugas penting mengawal seluruh rangkaian kegiatan G20 yang telah berlangsung. Puncak G20 nanti dilaksanakan pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Provinsi Bali, November. Presiden Jokowi juga meminta dukungan Polri mengantisipasi pengamanan rangkaian pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Berikan dukungan keamana dan ketertiban masyarakat secara maksimal agar pesta demokrasi nanti bisa berjalan dengan baik,”tandasnya.

Soliditas

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada kesempatan tersebut mengungkapkan, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-76 berlandaskan semangat menjaga rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Persatuan, kesatuan, sinergitas serta soliditas seluruh elemen bangsa menjadi kekuatan utama untuk mencegah dan menghadapi segala bentuk permasalahan yang dihadapi Indonesia. Di antaranya mengawal pelaksanaan Pemilu serentak 2024.

“Sejak 14 Juni 2022, kita memasuki tahapan Pemilu 2024. Sementara, Pemilu 2019 masih menyisakan permasalahan yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang, yaitu adanya polarisasi yang memecah belah antar masyarakat atau anak bangsa,”katanya.

Dikatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, polarisasi atau perpecahan di masyarakat tidak boleh kembali terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Pasalnya jika mengalami hal sama, maka akan menjadi suatu kemunduran demokrasi di Indonesia. Karena itu rangkaian Hari Bhayangkara ke-76 menjadi momentum untuk terus merawat bingkai persatuan, kesatuan serta meningkatkan sinergitas dan soliditas antar elemen bangsa.

Listyo Sigit Prabowo mengatakan, untuk mengantisipasi potensi polarisasi tersebut, rangkaian hari Bhayangkara ke-76 Polri mengangkat tema persatuan dan kesatuan serta menjaga dan mengawal keberagaman sebagai potensi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dan mengembangkan potensi pemuda dan pemudi Indonesia yang akan memimpin Indonesia di masa depan.

“Kami mengharapkan, Hari Bhayangkara ke-76 dapat menjadi daya ungkit dan pemacu semangat pengabdian terbaik untuk menjaga keberagaman, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta mengawal dan mendukung seluruh kebijakan Pemerintah untuk mewujudkan tujuan luhur bangsa Indonesia,”kujarnya. (Matra/AdeSM/BerbagaiSumber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.