29 September 2022

Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH pada Seminar Nasional Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jambi 2022 di ruangan video conference rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (23/6/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menjalin kerja sama dengan tiga rumah sakit (RS) spesialis di Daerah Keistimewaan Indonesia (DKI) Jakarta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah di Jambi. Kerja sama tersebut dijalin dengan RS Jantung Harapan Kita, RS Kanker Dharmais RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono.

“Kerja sama Pemprov Jambi dengan tiga rumah sakit spesialis di Jakarta tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) 17 Juni 2022. Kerja sama tersebut meliputi jejaring rujukan pelayanan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan penelitian,”kata Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH pada Seminar Nasional Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jambi 2022 secara virtual di ruangan video conference rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (23/6/2022).

Seminar yang diikuti jajaran dinas kesehatan dan rumah sakit se-Provinsi Jambi
tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Dampak Pandemi Covid-19 Berbasis Inter Professional Collaboration (IPC)”.

Menurut Al Haris, Pemprov Jambi juga berkomitmen meningkatkan kualitas SDM di bidang kesehatan dengan menggulirkan program beasiswa bagi tenaga kesehatan dan dokter untuk menempuh pendidikan di jenjang pascasarjana ( S2) dan doktor (S3). Selain itu, peningkatan kualitas SDM penyuluh kesehatan juga dilakukan melalui program seminar dan pelatihan.

Al Haris pada kesempatan tersebut memaparkan program Pemprov Jambi Jambi dalam penanggulangan penyakit tidak menular sebagai dampak pandemi Covid-19 berbasis IPC di Provinsi Jambi selama lebih dua tahun terakhir. Program tersebut antara lain, pemberian program bantuan sosial bagi warga masyarakat terdampak pandemi, pencegahan dan penanggulangan Covid-19, vaksinasi dan pemulihan ekonomi rakyat.

Dijelaskan, kebijakan pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial selama pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat dan daerah. Terbatasnya pergerakan manusia dan kegiatan ekonomi global membuat daya beli masyarakat menurun, investasi menurun, ekspor impor menurun dan kemampuan belanja pemerintah menurun.

“Untuk itu, Pemprov Jambi terus melakukan berbagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat dari ketepurukan hingga bisa tumbuh dan berkembang kembali,”ujarnya.

Al Haris mengatakan, Inter Professional Collaboration (IPC) merupakan suatu keadaan dimana tenaga kesehatan yang berasal dari berbagai latar belakang profesi bekerja sama dengan pasien, keluarga dan komunitas dalam memberikan upaya kesehatan yang terbaik.

“Sosialisasi, advokasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pembentukan Agent of Change dalam pegendalian dan pencegahan penyakit tidak menular yang melibatkan sektor pendidikan, rukun tetangga (RT), lurah, camat, kader kesehatan dan pihak terkait lainnya,”katanya.

Menurut Al Haris, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi membaik pada tahun 2021 pada angka 71,63, masuk dalam kategori tinggi menurut standar badan program pembangunan dunia (United Nation Development Programme/UNDP).

“Perkembangan IPM Provinsi Jambi selama tahun 2016 – 2021 terus mengalami peningkatan dan masuk dalam kategori tinggi. Namun IPM Jambi masih di bawah angka nasional. Kita berupaya angka IPM Provinsi Jambi naik hingga masuk kategori sangat tinggi di masa mendatang,”jelasnya.

Dikatakan, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan pembangunan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan perlu terus diperluas ke seluruh desa, kelurahan dan kecamatan. Hal itu dapat diupayakan melalui pemberdayaan Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).

UKMB bisa dikembangkan dengan membentuk Pos Binaan Terpadu (Posbindu) di setiap desa/kelurahan. Pelayanan posbindu bisa diintegrasikan (digabungkan) dengan posbindu usia lanjut (usila) maupun pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk ibu dan anak.

“Dengan demikian kegiatan inovasi pelayanan kesehatan di desa/kelurahan dapat ditingkatkan. Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan tersebut, program-program unggulan di bidang percepatan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Jambi perlu dilaksanakan secara optimal,”katanya. (Matra/AdeSM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.